PLN Surakarta Terapkan Physical Distancing dengan Pembacaan Meter Mandiri

Nasional

Selasa, 24 Maret 2020 | 21:51 WIB

200324215455-pln-s.jpg

Tok Suwarto

Seorang pelanggan listrik pascabayar di Karanganyar melakukan pembacaan meter mandiri yang akan dikirim ke PLN.

PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Surakarta yang mencakup Kota Solo, Sragen dan Sukoharjo, mencegah penyebaran Covid-19 melalui physical distancing dalam pembacaan meter tagihan rekening listrik bulan April 2020.

Pembacaan meter langganan listrik pascabayar yang selama ini dilakukan petugas pihak ketiga, pada bulan Maret 2020 ini dilakukan secara mandiri oleh pelanggan. Ari Prasetyo Nugroho,

Manager PLN UP3 Surakarta, menjelaskan kepada wartawan, Selasa (24/3/2020), dalam pembacaan meter listrik mandiri, pelanggan pascabayar diminta mengirim identitas (Id) pelanggan beserta foto angka yang terdapat pada kWh meter. Foto tersebut, selanjutnya dikirim melalui aplikasi WhatsApp dan pelanggan cukup mengirim sekali selama periode tanggal 24-29 Maret 2020.

"Kita mengikuti anjuran pemerintah dengan mengurangi pertemuan antar orang. Perubahan sementara itu supaya selama masa darurat wabah Covid-19, khususnya di wilayah kerja PLN UP3 Surakarta, tetap aman dan nyaman," katanya.

Menurut Ari, pelanggan pascabayar PLN UP3 Surakarta bisa mengirim Id beserta foto angka kWh meter ke Unit Layanan Pelanggan (ULP) berdasarkan wilayah kerja yang melayani.

Di UP3 Surakarta, terdapat enam ULP yang untuk pengiriman hasil catat meter (cater) mandiri secara online, yaitu ULP Manahan, ULP Surakarta Kota, ULP Sumberlawang, ULP Palur, ULP Sragen, dan ULP Kartasura.

"Pelanggan pascabayar cukup di rumah saja dan mengirimkan Id beserta foto angka KwH meternya secara online. Pembayaran juga bisa dilakukan secara online melalui internet banking, mobile banking atau situs belanja online. Sehingga tidak perlu tatap muka," jelasnya.

Dia menambahkan, bagi pelanggan pascabayar yang tidak dapat mengirimkan Id pelanggan dan foto angka kWh Meter selama periode tersebut, tagihan listrik bulan April 2020 akan dihitung rata-rata pemakaian listrik selama 3 bulan terakhir. Hal itu sesuai dengan peraturan PLN yang diberlakukan selama masa darurat Covid-19.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA