Eks Gubernur Aceh Dieksekusi ke Lapas Sukamiskin

Nasional

Jumat, 14 Februari 2020 | 15:57 WIB

200214155742-eks-g.jpg

liputan6

Irwandi Yusuf

MANTAN Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dieksekusi ke Lapas Klas I Sukamiskin Bandung, Jumat (14/2/2020). Upaya itu dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berdasarkan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Irwandi merupakan terpidana perkara suap proyek yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun 2018.

"Jaksa Eksekusi KPK pada hari ini telah melaksanakan putusan Mahkamah Agung untuk terpidana Irwandi Yusuf (Gubernur Provinsi Aceh periode 2007–2012 dan 2017-2018) di Lapas Sukamiskin Bandung," tutur Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Ali Fikri menambahkan, putusan MA Nomor: 444K/Pid.Sus/2020 tanggal 13 Februari 2020 pada pokoknya menolak permohonan kasasi dari penuntut umum KPK maupun terdakwa Irwandi Yusuf.

Selain itu, putusan MA memperbaiki putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor: 24/Pid.Sus-TPK/2019/PT.DKI tanggal 8 Agustus 2019 yang mengubah putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 97/Pid.Sus/2018/PN.Jkt.Pst tanggal 8 April 2019 mengenai pidana yang dijatuhkan.

Dalam putusan itu disebutkan, majelis hakim MA menjatuhkan pidana penjara selama 7 tahun dan denda sebesar Rp 300 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan.

Majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 5 tahun sejak terdakwa selesai menjalani pidana.

Diketahui sebelumnya, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat vonis Irwandi menjadi 8 tahun penjara ditambah denda sebesar Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan karena terbukti menerima suap sebesar Rp 1,05 miliar dan gratifikasi sejumlah Rp 8,717 miliar.

Putusan itu lebih tinggi dibanding vonis pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada 8 April 2019 yang menjatuhkan vonis 7 tahun penjara ditambah denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan. Atas putusan itu, Irwandi dan jaksa penuntut umum (JPU) KPK sama-sama menyatakan banding.

Namun, vonis tersebut masih lebih rendah dibanding tuntutan JPU KPK yang meminta agar Irwandi divonis 10 tahun dan pidana denda sebesar Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Selain itu, KPK pada Kamis (13/2/2020) juga telah mengeksekusi Hendri Yuzal, staf khusus Irwandi.

"Jaksa Eksekusi KPK pada Kamis (13/2/2020) telah melaksanakan putusan Mahkamah Agung untuk terpidana Hendri Yuzal di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Cipinang dengan hukuman pidana penjara selama 4 tahun dan pidana denda sebesar Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan," terang Ali.

Adapun putusan MA terhadap terdakwa Hendri yang pada pokoknya yaitu menolak permohonan kasasi terdakwa Hendri Yuzal. Putusan memperbaiki putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor: 25/PID.SUS-TPK/2019/PT. DKI tanggal 8 Agustus 2019 yang menguatkan putusan Pengadilan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor 25/PID.SUS-TPK/2019/PT. DKI tanggal 8 Agustus 2019 mengenai kualifikasi tindak pidana menjadi "korupsi yang dilakukan secara bersama-sama dan berlanjut".

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA