Mau Beli 3.000 Pesawat Tempur, Prabowo Subianto Disebut-sebut Jadi Bagian King of The King

Nasional

Rabu, 29 Januari 2020 | 00:05 WIB

200128233331-mau-b.jpg

Kabar6.com

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto saat meninjau penurunan spanduk.

SETELAH Keraton Agung sejagat dan Sunda Empire, kini masyarakat kembali diramaikan dengan kemunculan "kerajaan" baru. Kali ini muncul di Kota Tangerang, Banten. Mereka menamakan diri dengan sebutan "King of The King".

Hal itu bermula dengan adanya spanduk di Jalan Maulana Hasanudin, Cipondoh, Tangerang, Banten dan di Jalan Benteng Betawi, Poris Plawad, Kota Tangerang, Banten. Dalam spanduk tersebut, mereka menjanjikan bakal melunasi utang negara.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto mengatakan, polisi bersama aparat Satuan Polisi Pamong Praja PP telah mencopot spanduk tersebut.

Namun ia menyatakan, tidak ada kerajaan seperti yang ramai diperbincangkan. "Malah yang masang spanduk sendiri enggak tahu apa itu King of The King itu," ujarnya, Selasa (28/1/2020).

Berdasarkan pengamatan, dalam spanduk tersebut terdapat gambar Presiden pertama RI Soekarno dengan background gambar Nyi Roro Kidul. Pada sisi kiri ada foto sejumlah orang. Di bagian tengah ada foto tiga orang sebagai pengurus King of The King, yakni Pimpinan Ketua Umum Indonesia Mercusuar Dunia (IMD) Juanda, Pimpinan Provinsi Banten IMD Syrus Manggu Nata dan perwakilan di Kota Tangerang Prapto.

Hasil gambar untuk king of the king"

Berikut tulisan dalam spanduk tersebut:

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Selamat Datang di Kota Tangerang King of The King. YM Soekarno, Mr Dony Pedro. Presiden Direktur Bank UBS, Presiden PBB, Presiden MI. Pembukaan Aset Amanah Allah SWT Allahu Akbar Yang Maha Agung Pada Tanggal 25 November 2019 s/d 30 Maret 2020 untuk Melunasi Seluruh Hutang-Hutang Negara, Menyelesaikan dan Melaksanakan Dana Ampera, Menuju Kesejahteraan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia (KNKRI).

Pada pojok kanan bawah terdapat tulisan, "Lembaga Negara yang Mau Menurunkan Baliho Harus Atas Perintah Presiden PBB, UBS, MI Presiden RI Ir Joko Widodo. Demikian Agar Jadi Perhatian Bagi Semua Pihak".

Awalnya, spanduk tersebut terpasang di Jalan Maulana Hasanudin, Cipondoh, Tangerang pada 21 Januari 2020. Setelah spanduk pertama dicopot, spanduk serupa muncul di Jalan Benteng Betawi, Poris Plawad, Kota Tangerang.

Sementara itu Juanda mengklaim, King of The King merupakan Raja Diraja dari semua raja di dunia. "Itu adalah Raja Diraja, nanti beliaulah yang akan melantik dari seluruh presiden dan raja-raja di seluruh dunia," katanya.

Hasil gambar untuk IMD Juanda"

Ia pun mengklaim King of The King menduduki dua lembaga keuangan tertinggi di dunia. Pertama yaitu Union Bank Switzerland (UBS) dan Indonesia Mercusuar Dunia (IMD). King of The King yang sering dipanggil Mister Dony Pedro itu disebut-sebut menjabat sebagai Presiden UBS dan memiliki kekayaan Rp 60.000 triliun di bank tersebut.

Juanda mengatakan, kekayaan tersebut merupakan aset yang ditinggalkan Soekarno dan resmi diserahkan kepada King of The King. Ada beberapa surat yang diklaim merupakan surat aset peninggalan Soekarno di Bank Swiss.

Dia mengatakan, kekayaan tersebut nantinya akan diambil untuk tiga hal utama. Pertama, melunasi utang-utang luar negeri Indonesia. Kedua, membagikan kepada masyarakat Indonesia. Ketiga, untuk membeli alat utama sistem pertahanan (alutsista).

"Dibagikan ke rakyat dari Sabang sampai Merauke per kepala Rp 3 miliar," kata dia.

Dia juga menyebut bahwa Prabowo Subianto sebagai bagian dari King of The King yang akan bertugas membeli alutsista berupa 3.000 pesawat tempur buatan Eropa. "Itu akan dikerjakan Pak Prabowo nanti," katanya.

Kerajaan yang berada di Bandung tersebut juga mengaku memiliki Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang asli sebagai bukti perintah Soekarno yang melimpahkan peninggalannya ke Mr Dony Pedro. Itu juga yang menjadi alasan pemisahan aset Soekarno, yang diserahkan ke Mr Dony Pedro dan akan diambil dari Bank Swiss pada Maret 2020 mendatang.

Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA