Investasi Bodong "MeMiles", Polisi Panggil Anggota Keluarga Cendana

Nasional

Jumat, 17 Januari 2020 | 22:27 WIB

200117222511-inves.jpg

dok

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko (tengah).

POLDA Jawa Timur berencana memanggil tiga anggota keluarga Cendana (keluarga mantan Presiden Soeharto) yang diduga terlibat investasi bodong aplikasi "MeMiles" yang dijalankan PT Kam and Kam pada pekan depan.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, tiga anggota keluarga Cendana berinisial AHS, IAR dan FFC akan diperiksa secara bergantian.

"Surat sudah dilayangkan, kemungkinan Senin dan Selasa, tanggal 20 dan 21 Januari 2020," ujar Truno, Jumat (17/1/2020).

Sementara itu, Ditreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol. Gidion Arif Setyawan menegaskan, ketiga anggota keluarga Cendana itu hanya diperiksa sebagai saksi soal kasus investasi bodong "MeMiles".

Pemeriksaan terhadap mereka, kata dia, dirasa penting untuk melengkapi alat bukti.

"Kapasitas mereka sebagai saksi. seperti yang dijelaskan Kabid Humas berdasarkan alat bukti yang lain, kami meyakini ada keterlibatan dalam konteks keikutsertaan dengan 'MeMiles'," terangnya.

Keikutsertaan anggota keluarga Cendana ini, lanjut dia, diketahui penyidik dari pengakuan tersangka utama yang juga Direktur PT Kam And Kam Kamal Tara. "Bukan dari tersangka baru. Tapi dari tersangka utama, tersangka yang lain," katanya.

Seperti diketahui, dalam kasus ini Polda Jatim telah menetapkan lima orang sebagai tersangka kasus investasi "MeMiles", Direktur PT Kam and Kam Kamal Tarachan atau Sanjay, manajer Suhanda, motivator Martini Luisa, ahli IT Prima Hendika, tangan kanan Direktur PT Kam and Kam, Sri Wiwit.

Polisi juga telah memeriksa dua artis, yakni penyanyi Eka Deli Mardiana dan penyanyi Marcello Tahitoe (Ello).

Diamankan pula aset member "MeMiles" sebesar Rp 124,461 miliar, 18 unit mobil, dua sepeda motor dan beberapa barang berharga lainnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA