UNS Jalankan Usaha Jasa Perhotelan Tanpa Izin

Nasional

Kamis, 16 Januari 2020 | 19:56 WIB

200116195050-uns-j.jpg

Tok Suwarto

UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Solo diketahui menjalankan usaha jasa perhotelan tanpa izin di kawasan kampus Kentingan. Bangunan hotel dengan nama UNS Inn itu terdiri dari enam lantai termasuk basement.

Semula, bangunan itu merupakan gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) UNS. Saat ini operasional hotel setara bintang tiga dengan tarif Rp 45 ribu per malam ini dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

Kepastian tentang operasional jasa perhotelan tanpa izin di kawasan pendidikan tinggi itu disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu dan Satu Pintu (DPMPTSP) Pemkot Solo, Toto Amanto, kepada wartawan, Kamis (16/1/2020). Dia menyatakan, Hotel UNS Inn dengan fasilitas 68 kamar, 5 ruangan meeting, restoran VIP, dinning room dan counter mini Klewer itu
sampai kini belum memiliki izin usaha perhotelan.

"Berdasarkan data saya, UNS Inn itu belum berizin sebagai hotel. Yang saya tahu dulu digunakan sebagai pusat pendidikan dan latihan," ujar Toto.

Ketika diminta tanggapan tentang pemasaran Hotel UNS Inn yang bisa dipesan secara online dan sudah masuk dalam jaringan Online Travel Agent (OTA), Toto menegaskan tidak tahu. "Saya malah baru tahu kalau bisa dipesan lewat aplikasi," akunya.

Toto Amanto mengungkapkan, DPMPTSP memang memantau di Kota Solo ada beberapa bangunan yang digunakan sebagai tempat usaha yang operasionalnya tanpa izin, termasuk UNS Inn. Selain hotel di bawah pengelolaan UNS itu, terdapat sejumlah usaha perhotelan yang belum dilengkapi izin usaha.

"Salah satu di antara hotel tanpa izin dulu pernah mengajukan perizinan ke DPMPTSP. Namun karena lokasi usaha tersebut berada di lingkungan padat penduduk dan tidak mendapat persetujuan lingkungan, kami tidak bisa mengeluarkan izin. Tapi sampai sekarang pemiliknya tetap mengoperasikan sebagai hotel," ungkapnya.

Soal sanksi atas pelanggaran izin usaha tersebut, Toto menyatakan, pihaknya tidak berwenang menjatuhkan sanksi. Namun pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk penertiban.

"Penindakan terhadap pelanggaran izin usaha yang diatur berdasarkan peraturan daerah merupakan kewenangan Satpol PP," sambungnya.

Deputi Humas UNS, Intan Novela yang dikonfirmasi wartawan di kampus UNS Kentingan, Rabu (16/1/2020) menjelaskan, UNS Inn merupakan bagian dari UNS yang berstatus perguruan tinggi negeri badan layanan umum (PTN-BLU). Didirikannya UNS Inn sebagai hotel pendidikan merupakan bagian dari optimalisasi aset untuk pendidikan dan non pendidikan.

Dia beralasan, UNS Inn merupakan bagian dari teaching industry, yaitu fasilitas bagi mahasiswa program D-III perjalanan wisata di sekolah vokasi dan dari fakultas lain untuk praktik dan magang kerja.

"Mahasiswa FKIP program studi ekonomi, misalnya, dapat melakukan praktik di UNS Inn. Jadi, perizinan UNS Inn sebagai hotel pendidikan dalam teaching industry tidak ada masalah," tuturnya.

Dalam mengklarifikasi masalah perizinan tersebut, menurut Intan, pihak UNS telah berkoordinasi dengan Kepala DPMPTSP, Toto Amanto. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, UNS Inn sebagai hotel pendidikan dianggap clear.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA