Ombudsman Pertanyakan Keseriusan Pemerintah dalam Pengawasan Pelaksanaan Reklamasi

Nasional

Selasa, 14 Januari 2020 | 21:21 WIB

200114212740-ombud.jpg

ANGGOTA Ombudsman RI Laode Ida mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam mengawasi pelaksanaan reklamasi pasca-tambang yang diklaim dapat menimbulkan kerusakan lingkungan.

Ia memandang pemerintah perlu serius untuk menegakkan aturan terkait reklamasi pasca-tambang mengingat kejadian bencana alam yang akhir-akhir ini terjadi, salah satu faktor penyebabnya adalah ketidakpatuhan pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) dalam melakukan pengelolaan lingkungan.

"Permasalahan kerusakan lingkungan pasca-tambang serta dampaknya terhadap bencana alam yang akhir-akhir ini terjadi telah mengakibatkan kerugian yang cukup besar bagi masyarakat dan negara secara keseluruhan," kata anggota bidang Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam Ombudsman RI dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Laode menjelaskan lebih lanjut, sebagaimana temuan Ombudsman pada saat melakukan Own Motion Investigation tentang Pengawasan Terintegrasi Dalam Rangka Pencegahan dan Penertiban Tambang Ilegal, setidaknya ada lima hal penyebab terjadinya permasalahan pada reklamasi pasca-tambang, yaitu:

Selama ini yang dianggap sebagai kewajiban hukum hanya sebatas pada penempatan dana jaminan reklamasi (jamrek) pasca-tambang, belum sampai pada pelaksanaan dan keberhasilan reklamasi pasca-tambang.
Pengawasan pelaksanaan reklamasi pasca-tambang tidak optimal dilakukan aparat pemerintah, baik pusat maupun daerah. Selama ini, evaluasi hanya berdasarkan dokumen administrasi pada saat proses pembuatan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), sementara pemeriksaan lapangan tidak dilakukan secara rutin dengan alasan keterbatasan anggaran dan SDM.
Adanya upaya pembiaran terhadap aktivitas pertambangan ilegal oleh aparat pemerintah dan penegak hukum.
Tidak adanya koordinasi pengawasan kegiatan pertambangan terutama dalam hal reklamasi pasca-tambang.
Penegakan sanksi yang lemah.

Editor: Rosyad Abdullah

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA