Stasiun Meteorologi Aljufri Sulteng Himbau Warga Waspadai Potensi Cuaca Buruk

Nasional

Selasa, 14 Januari 2020 | 18:12 WIB

200114181726-stasi.jpg

STASIUN Meteorologi Kelas II Mutiara Sis Aljufri Palu Sulawesi Tengah mengimbau warga di daerah tersebut untuk mewaspadai adanya potensi cuaca buruk yang dalam beberapa waktu ke depan.

"Untuk Sulawesi Tengah, karena adanya pola tekanan rendah di atas Kalimantan yang berdekatan dengan Pulau Sulawesi. Hal ini berpengaruh terhadap potensi cuaca buruk di Sulteng," ungkap Koordinator Analisa dan Pengolahan Data Stasiun Meteorologi Kelas II Mutiara Sis Aljufri Palu, Affan Nugraha di Palu, Selasa (14/1/2020).

Affan mengungkapkan cuaca buruk itu meliputi hujan deras, petir, puting beliung, angin kencang dan kenaikan ketinggian air laut, berdasarkan hasil pemantauan.

"Potensinya diperoleh dari tanggal 9 Januari dan diperkirakan berakhir pada akhir Januari," sebutnya.

Stasiun Meteorologi Kelas II Mutiara Sis Aljufri Palu telah memperoleh adanya potensi pertumbuhan awan aktif pada lapisan rendah dan menengah, yang berdampak pada pembentukan cuaca buruk, hujan deras, petir dan angin kencang.

Bahkan Stasiun Meteorologi menyebut di beberapa wilayah di Sulteng sudah menunjukkan karakter atau utamanya pada daerah yang memiliki hostorikal bencana.

"Dari hujan deras berpotensi terjadinya banjir, banjir meliputi banjir tahunan dan banjir bandang," katanya.

Stasiun Meteorologi menerangkan beberapa wilayah yang punya historis bencana hidrometorologi seperti banjir dan longsor, perlu mempersiapkan peralatan dan meningkatkan kewaspadaan.

"Waspada kalau hujan deras, utamanya permukiman yang berbatasan langsung dengan bantaran sungai," ujar Affan.

Berdasarkan analisis radiosonde, pada analisis atmosfer kecenderungan cuaca buruk berpotensi dimulai dari siang hingga malam, dan pada dini hari.

"Untuk beberapa hari ke depan, kondisi cuaca pada pagi hari kencenderungan berawan. Sedangkan kencederungan cuaca buruk berpotensi terjadi pada siang hingga malam hari," ungkapnya.

Editor: Rosyad Abdullah

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA