Akhir Pekan, Rupiah Menguat Seiring Kesepakatan Dagang AS-Cina

Nasional

Jumat, 13 Desember 2019 | 17:39 WIB

191213173814-akhir.jpg

dok

ilustrasi

NILAI tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan ini menguat seiring kesepakatan dagang AS-Cina yang semakin dekat.

Rupiah ditutup menguat 43 poin atau 0,3 persen di level Rp 13.090 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp 14.033 per dolar AS.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, hari ini pemerintah dan Bank Indonesia sedikit lega dan tidak melakukan intervensi terhadap pasar akibat data eksternal yang cukup positif terutama kesepakatan dagang AS dan Cina fase I yang akan ditandatangani serta pemilu di Inggris yang kemungkinan partai konservatif memenangkan pemilu.

"Sehingga wajar kalau mata uang garuda kembali digdaya dan menjadi nomer satu di Asia," ujar Ibrahim, Jumat (13/12/2019).

Menurut Ibrahim, pelaku pasar semringah karena hubungan AS-Cina yang terus membaik. Kabar terbaru, AS siap untuk menunda atau bahkan membatalkan pengenaan bea masuk baru untuk importasi produk Cina senilai 160 miliar dolar AS yang sedianya berlaku 15 Desember.

Tidak hanya itu, Reuters memberitakan AS juga akan memberi diskon 50 persen atas bea masuk yang berlaku selama masa perang dagang lebih dari setahun terakhir.

Sebagai informasi, AS telah mengenakan bea masuk terhadap importasi produk buatan Cina senilai 550 miliar dolar AS selama periode tersebut.

Cina pun memberi respons positif. Seperti dikutip dari Reuters, Cina berencana membeli produk pertanian AS senilai 50 miliar dolar AS tahun depan. Jumlah ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2017, sebelum perang dagang meletus.

Kabar dari Inggris juga menjadi sentimen positif di pasar. Kemarin, rakyat Inggris memilih anggota parlemen dalam pemilu yang dipercepat. Semestinya lemilu di Inggris baru terjadi pada 2022.

Hasil exit poll menujukkan partai konservatif bakal memenangi Pemilu. Tories adalah partai penguasa di Palace of Westminster, gedung parlemen Inggris. Artinya, kemungkinan besar Boris Johnson masih akan menjabat sebagai Perdana Menteri, tidak ada perubahan kepemimpinan.

"Ini membuat proses perceraian Inggris dengan Uni Eropa atau Brexit diharapkan lebih mulus, karena tidak ada perubahan kebijakan," kata Ibrahim.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat Rp 14.015 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp 13.969 per dolar AS hingga Rp 14.015 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat ini menunjukkan, rupiah menguat umenjadi Rp 13.982 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 14.042 per dolar AS.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA