Diduga Golput di 2015, Pencalonan Gibran di Pilkada 2020 Diprotes

Nasional

Selasa, 10 Desember 2019 | 17:43 WIB

191210173957-didug.jpg

suratkabar.id

Gibran Rakabuming Raka

SEJUMLAH warga yang tergabung dalam Paguyuban Warga Solo Peduli Pemilu (PWSPP) menyatakan keberatannya atas pencalonan Gibran Rakabuming Raka dalam Pilkada Kota Surakarta 2020. Pasalnya, Gibran diketahui tak memberikan hak suaranya pada Pilkada 2015.

"Kami mengajukan surat keberatan kepada partai politik atas pencalonan Gibran dalam Pilkada Kota Surakarta 2020," tegas Ketua PWSPP, Johan Syafaat Mahanani di Solo, Selasa (10/12/2019).

Menurut Johan Syafaat, pihaknya selaku warga Solo taat demokrasi, memilih dan dipilih dalam Pilkada, Pileg, dan Pilpres. Apalagi sebagai warga negara hal itu diatur Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945 atau persamaan kedudukan hukum dan pemerintahan.

Meski begitu, pihaknya keberatan atas pencalonan Gibran dalam Pilkada Kota Surakarta 2020. Dia mengatakan, berdasarkan pemberitaan media massa, Gibran akan mencalonkan sebagai Wali Kota Surakarta 2020.

Atas dasar hak memilih dan dipilih, pihaknya menyatakan keberatan dengan alasan diduga Gibran tidak menggunakan hak pilihnya Pemilihan Wali Kota Surakarta 2015.

"Kami keberatan atas rencana Gibran yang hanya meminta hak dipilih, sementara dia tidak mau menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Surakarta 2015," tegasnya.

Pihaknya keberatan Gibran maju di Pilwakot Solo karena persoalan etika berpolitik. Dimana pada Pemilihan Wali Kota Surakarta 2015, yang bersangkutan tidak memberikan hak suaranya. Informasi yang didapat dia berada di luar Kota Solo.

Menurut dia, apabila orang yang tidak memilih (golput) diberikan kesempatan untuk memilih, maka bisa menjadi contoh generasi muda untuk bersikap egois hanya mementingkan kepentingan sendiri.

"Keberatan ini, sebagai bentuk pendidikan politik bagi masyarakat agar di kemudian hari orang yang tidak menggunakan hak memilih tidak menuntut haknya untuk dipilih," katanya.

Kendati demikian, pihaknya tetap memberikan kesempatan kepada Gibran untuk maju Pilkada Kota Surakarta dengan syarat maju di tahun 2025 dan pada tahun 2020 bersedia memilih.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA