Kabareskrim Diminta Tak Lupakan Kasus Novel Baswedan

Nasional

Jumat, 6 Desember 2019 | 22:43 WIB

191206215546-kabar.jpg

ist

Neta S. Pane

KETUA Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S. Pane mengingatkan Kabareskrim Polri Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo untuk menyelesaikan kasus-kasus yang masih mangkrak. Kabareskrim diminta tak melupakan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

"Tugas utamanya adalah menuntaskan kasus Novel, mengingat (Jenderal) Idham saat diangkat sebagai Kapolri sudah berjanji akan menuntaskan kasus Novel," tutur Neta saat dihubungi, Jumat (6/12/20291).

Pihaknya menunggu kinerja Sigit setelah menduduki jabatan Kabareskrim. "Apakah Sigit mampu? Kita tunggu saja gebrakannya," katanya.

IPW menilai kasus Novel adalah kasus yang sulit untuk dipecahkan. Tidak adanya saksi dan minimnya alat bukti menjadi hambatan bagi Polri untuk mengungkap tabir kasus ini.

Pihaknya juga menyadari bahwa dari sejumlah kasus penyiraman air keras, jarang yang terungkap pelakunya. "Dalam banyak kasus penyiraman air keras, jarang sekali polisi mampu mengungkap dan menuntaskannya," tambahnya seperti dilansir dari detik.com.

Kapolri Jenderal Idham Azis akhirnya menunjuk Kadiv Propam Polri, Irjen Pol. Listyo Sigit Prabowo menjadi Kabareskrim Polri. Hal ini tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/3229/XII/KEP./2019 tanggal 6 Desember 2019.

Mutasi jabatan tersebut dikonfirmasi oleh Karobinkar SSDM Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo.

"Ya betul. Pengisian jabatan Kabareskrim oleh Irjen Pol Listyo Sigit. Mutasi jabatan adalah hal yang biasa dalam organisasi Polri sebagai meritokrasi, regenerasi, tour of area dan dalam rangka mengoptimalkan kinerja organisasi," terangnya.

Kursi Kabareskrim akhirnya terisi setelah 36 hari dibiarkan kosong setelah Jenderal Idham resmi dilantik menjadi Kapolri pada 1 November lalu.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA