Layani Komunitas Penyandang Disabilitas, Grab Kembangkan Program "Mendongkrak Sunyi"

Nasional

Rabu, 4 Desember 2019 | 20:05 WIB

191204200326-layan.jpeg

ist

Neneng Goenadi, Managing Director Grab Indonesia bersama dengan Mitra Pengemudi Tuli, Mitra Pengemudi GrabGerak dan Agen Disabilitas GrabKios, dalam perayaan Hari Disabilitas Internasional di Jakarta. Dalam acara ini, Grab memperkenalkan berbagai upaya baru untuk memastikan platform Grab inklusif dan ramah bagi semua. Grab juga mengumumkan kerja sama dengan PPDI dan Jangkau.

MERAYAKAN Hari Disabilitas Internasional, Grab Indonesia memperkenalkan inisiatif baru di bawah program "Mendobrak Sunyi" yang telah diluncurkan pada September lalu. Sebagai bagian dari komitmen GrabforGood untuk membuat platform Grab lebih inklusif dan dapat diakses oleh semua orang, Grab menambahkan teks terjemahan (subtitles) pada materi video pendaftaran dan pelatihan bagi mitra pengemudi tuli.

Tak cuma itu, Grab juga melatih tim layanan pelanggan Grab dengan kemampuan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) dasar untuk membantu mitra pengemudi tuli selama proses ini. Selain juga meningkatkan kapasitas GrabKios untuk bisa merangkul lebih banyak lagi mitra dari komunitas disabilitas agar memiliki peluang penghasilan tambahan.

Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi menjelaskan, untuk memudahkan implementasi di lapangan, pihaknya menggandeng Jangkau dan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI). Bahkan berkat kerja sama itu, Grab kini memperluas GrabGerak, layanan transportasi untuk penumpang dengan kebutuhan mobilitas khusus ke Medan dan Semarang setelah sebelumnya tersedia di Jakarta dan Yogyakarta sejak 2018.

"Kami percaya bahwa setiap orang harus memiliki akses yang sama untuk mendapatkan peluang terlepas dari latar belakang atau kemampuan mereka. Setelah meluncurkan program 'Mendobrak Sunyi' September lalu, kami juga ingin melayani komunitas disabilitas lain, selain komunitas teman tuli," tutur Neneng lewat keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Rabu (4/1/2019).

Ditambahkan Neneng, pihaknya berkomitmen menjadi platform yang inklusif. Oleh karena itu, Grab akan terus berdialog dan berkolaborasi dengan Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin), sebagai mitra asosiasi teman tuli nasional.

"Kami selama proses peluncuran yaitu pada September lalu, dan sekarang dengan PPDI dan Jangkau, untuk memahami dan membangun solusi yang dapat melayani kebutuhan para teman tuli dan komunitas disabilitas lainnya dengan lebih baik," paparnya.

Lebih lanjut disampaikan Neneng, ada berbagai hal baru yang dihadirkan oleh Grab Indonesia untuk menjangkau lebih banyak komunitas disabilitas di Indonesia dan menghadirkan mobilitas tanpa batas. Grab memastikan kualitas layanan mitra pengemudi tuli dengan menambahkan teks terjemahan (subtitle) pada video penerimaan dan pelatihan mitra pengemudi.

Selain itu, Grab juga berusaha menjangkau komunitas disabilitas, di luar teman tuli. Bahkan Grab telah menandatangani Nota Kesepahaman Bersama dengan PPDI untuk memayungi kesepakatan antara kedua pihak dalam meningkatkan kapasitas internal, kerja sama program, advokasi kebijakan, dan sosialisasi terkait kebutuhan komunitas penyandang disabilitas untuk mewujudkan Indonesia yang ramah disabilitas.

"Kami juga bekerja sama dengan Jangkau untuk donasi melalui GrabRewards. Jadi nantinya pengguna dapat menukarkan poin GrabRewards mereka dan menyumbang ke Jangkau untuk membantu membeli kursi roda, tongkat, dan perangkat aksesibilitas lainnya. Mereka dapat menyumbangkan Rp 5.000 untuk setiap 200 poin GrabRewards yang ditukarkan dan Rp 10.000 untuk setiap 400 poin GrabRewards yang ditukarkan," jelasnya.

Ketua PPDI, Gufroni Sakaril menyampaikan kurangnya kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mandiri secara ekonomi merupakan masalah masih dihadapi di Indonesia. Para penyandang disabilitas masih kesulitan dalam memasuki dunia kerja karena kurangnya materi komunikasi non-verbal untuk penyandang disabilitas sensorik rungu.

"Termasuk tidak adanya akses mobilitas yang memadai di banyak fasilitas umum dan transportasi publik, serta terbatasnya kesempatan kerja yang inklusif. Kami mengapresiasi Grab yang telah merangkul penyandang disabilitas ke dalam platform mereka dengan berbagai kesempatan bergabung sebagai mitra, dan dengan mendukung upaya kami melalui kampanye donasi di GrabRewards. Kami percaya ini adalah langkah penting bagi Indonesia untuk mewujudkan masyarakat yang inklusif dan toleran," paparnya.

Sekretaris Umum Yayasan BTP yang menjadi badan pengelola Jangkau, Rudolf P. Nainggolan mengatakan, pihaknya senang dan merasa terhormat dapat berkolaborasi dengan Grab untuk program ini. Kemitraan tersebut akan membantu pihaknya dalam menyediakan aksesibilitas yang diperlukan dan kebutuhan mobilitas para komunitas penyandang disabilitas di seluruh Indonesia.

"Terutama bagi mereka yang tidak mampu membelinya. Kami berterima kasih kepada organisasi seperti Grab yang peduli dengan komunitas penyandang disabilitas dan menemukan cara untuk mengintegrasikan mereka ke dalam masyarakat yang lebih luas," tandasnya.

GrabGerak hadir untuk membantu penyandang disabilitas agar terus beraktivitas. Suwarto, mitra pengemudi GrabGerak Yogyakarta mengatakan, "Saya telah menjadi mitra pengemudi GrabGerak selama satu tahun dan saya sangat terinspirasi setiap kali saya mendapatkan penumpang penyandang disabilitas. Tekad dan semangat mereka selalu memotivasi saya untuk menjadi orang yang lebih baik dan terus membantu dalam mempermudah kehidupan sehari-hari mereka dan kebutuhan aksesibilitas mereka kapanpun saya bisa," ujarnya.

Sebagai mitra pengemudi GrabGerak, Suwarto mengaku telah mengikuti pelatihan tambahan tentang cara membantu penumpang penyandang disabilitas terutama yang menggunakan kursi roda.

"Saya sangat bangga dapat mempelajari keterampilan-keterampilan tambahan tersebut sebagai pengemudi dan sebagai manusia untuk membantu orang lain yang membutuhkan," tandasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA