Kelompok SHG: Difabel Juga Bisa Memberi dan Berbagi

Nasional

Selasa, 3 Desember 2019 | 21:14 WIB

191203205240-kelom.jpg

Tok Suwarto

WARGA Kota Solo penyandang disabilitas yang tergabung dalam kelompok Self Help Group (SHG), membuat tradisi kegiatan berbagi kasih untuk memperingati Hari Difabel Internasional, yang tahun ini digelar pada Selasa (3/12/2019). Selama tiga tahun berturut-turut sejak 2017 lalu, kelompok SHG menggelar kegiatan berbagi kasih tersebut dengan membagikan hasil kerajinan karya mereka kepada warga masyarakat.

Tahun ini, kelompok SHG membagikan hasil kerajinan tangan berupa wadah telepon seluler (ponsel). Ratusan kerajinan wadah ponsel beserta makanan ringan (snack), dibagikan kepada para pengendara motor yang sedang berhenti di lampu lalu lintas Sriwedari, kawasan Jln. Slamet Riyadi Solo.

Sarmiyati, salah seorang anggota kelompok SHG, di sela pembagian cinderamata dan snack, menyatakan kepada wartawan, kelompoknya dengan nama yang menyiratkan kemampuan menolong diri sendiri, menggelar kegiatan berbagi kasih untuk membuktikan kepada mereka bisa berbagi dengan orang lain. Dia menyebut misi kelompoknya adalah mengubah pandangan orang terhadap penyandang disabilitas.

"Dalam pikiran banyak orang, difabel hanya bisa meminta-minta. Karena itu kami berusaha mengubah mindset banyak orang, difabel juga bisa memberi dan bisa berbagi melalui kegiatan berbagi kasih," katanya.

Kegiatan berbagi kasih dalam peringatan hari disabilitas, menurut Sarmiyati, telah dilaksanakan kelompok SHG Solo selama tiga tahun terakhir. Pada kegiatan tahun 2019 ini, yang dibagikan kelompok tersebut adalah wadah Ponsel dan snack yang dibiayai secara patungan dari kantong para anggota SHG Solo sendiri.

"Kami mengumpulkan dana sedikit demi sedikit dari anggota SHG untuk berbagi dengan sesama. Selama tiga tahun kami bisa melaksanakan, bukan berarti kami mengharapkan bantuan. Tapi kami ingin membuktikan juga bisa berbagi," turur Sarmiyati lagi.

Anggota aktif SHG Solo itu menambahkan, kelompoknya mendorong seluruh anggota agar tetap mandiri dan tidak meminta-minta bantuan dana kepada siapapun. Cinderamata berupa wadah Ponsel yang terbuat dari kain, maupun paket makanan sebanyak 200 buah yang dibagikan kepada masyarakat merupakan hasil karya para anggota kelompok SHG Solo.

"Kami ingin menunjukkan bahwa penyandang disabilitas punya kemampuan untuk produktif. Jadi, kami jangan dinilai negatif sebagai peminta minta," tandasnya.

Pada Selasa (3/12/2019), Pemkot Solo juga menggelar peringatan Hari Difabel International di Pendhapi Gede, Balai Kota Solo. Dalam acara tersebut, Sekretaris Daerah Pemkot Solo, Ahyani, menghadiri peringatan mewakili Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA