Satu Korban Longsor Pasir Panjang Brebes Tahun 2018 Ditemukan

Nasional

Selasa, 3 Desember 2019 | 10:01 WIB

191203100243-satu-.jpg

Eviyanti/PR

SATU dari empat korban longsor di Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah ditemukan dalam kondisi sudah menjadi kerangka. Bencana pada awal Februari 2018  merenggut 12 korban nyawa dan sebanyak 6  orang dinyatakan hilang.

Kerangka  manusia korban longsor  ditemukan oleh 2 petani yang sedang berkebun di bekas areal longsor, Senin (2/12/2019) petang. Hingga kini identitas kerangka korban longsor di Desa Pasirpanjang masih belum diketahuim kerangka masih disimpan di Puskesmas Salem.

Wartawati PR, Eviyanti menyebut, rencananya kerangka akan dilakukan tes DNA dan akan dicocokan dengan DNA enam keluarga korban yang dinyakatan hilang dalam peristiwa longsor.

Kerangka manusia tersebut ditemukan dua orang petani Abidin (57) dan Ahya Wisona (72), saat itu mereka sedang beraktifitas di area longsor yang kini sudah berubah menjadi kebun.

Saat itu  secara tidak sengaja cangkul milik Abidin membentur benda keras saat sedang menggali. Setelah dilakukan penggalian lagi, cangkul tersebut mengenai tulang dari kerangka manusia.

Temuan selanjutnya kedua petani tersebut melaporkannya kepada perangkat desa, untuk diteruskan kembali kepada aparat terkait.

Aparat terkait dari  anggota Polsek Salem,  Unit Intel Kodim 0713 Brebes wilayah Salem dan Babinsa Koramil 13 Salem, serta petugas  Satpol PP Salem, mendatangi TKP untuk melakukan penggalian bersama masyarakat.

Serma Wartono, anggota Unit Intel Kodim 0713 Brebes wilayah Salem, bahwa temuan itu diduga merupakan salah satu dari 6  korban longsor hilang yang jenazahnya belum ditemukan hingga saat ini.

Hasil penggalian pada Senin (2/12/2019) belum semua kerangka terangkat, rencananya penggalian akan dilanjutkan hari ini. Namun untuk sementara potongan kerangkan  disimpan di Puskesmas Bentar, Salem.

"Dari hasil penggalian hari pertama  ditemukan beberapa tulang seperti  tulang kaki, jari-jari kaki dan tangan, tulang belakang, tulang panggul dan tulang dahi,” jelasnya.

Sementara Kapolsek Salem Polres Brebes Iptu Tri Wiratma menyatakan,
jika dinyatakan cukup atas upaya pencarian terhadap tulang bagian tubuh lainnya, maka selanjutnya kerangka tersebut akan dievakuasi ke Tim Forensik Dokkes Polres Brebes, guna tes DNA kemudian dicocokkan dengan enam keluarga korban yang kehilangan salah satu anggota keluarga atas musibah tahun lalu tersebut. "Identitas kerangka korban longsor baru bisa diketahui setelah dilakukan pencocokan DNA," kata Tri.

 Longsor pada awal 2018 menyebabkan kahan sawah seluas 16,8 hektar yang  material longsoran yang diperkirakan mencapai 1,5 juta meter kubik dengan kedalaman kurang lebih 8 meter.

Sebagian besar korbannya adalah petani yang sedang beraktifitas di sawah. Dalam upaya evakuasi tidak seluruh korban berhasil yang ditemukan.

Berdasarkan data jumlah korban longsor yang meninggal dunia mencapai 12 orang, dinyatakan hilang 6 korban dan sebanyak petani selamat 18 orang.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA