Sekeluarga Disambar Petir, Seorang Di Antaranya Tewas

Nasional

Selasa, 19 November 2019 | 19:47 WIB

191119194807-sekel.jpg

ist

ilustrasi


SATU keluarga yang terdiri atas suami istri dan 2 anaknya disambar petir saat berada di pondok sawah milik mereka di Desa Siharbangan, Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah, Senin (18/11/2019). Peristiwa terjadi saat kawasan itu diguyur hujan deras bercampur petir.

Tiga orang dari mereka yaitu ayah dan dua orang anaknya berhasil selamat. Sementara istri yang bernama Nurlela Marbun (30) meninggal di tempat.

Menurut Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Sukamat, saat hujan deras turun Senin (18/11/2019) sore, korban bersama suami dan dua orang anaknya berada di dalam pondok yang ada di persawahan mereka. Tiba-tiba petir datang menyambar yang mengakibatkan Perlianto Nadeak (33), suami Nurlela terpental dari pondok dan tergeletak di batang sawah.

Demikian juga Nurelala ikut terpental dan berada di bawah pondok. Sementara anaknya Luki Nadeak (7) dan Butet Nadeak (3) terpental ke sawah juga yang jaraknya tidak jauh dari pondok.

Kepala Desa Aek Dakka bersama dengan warga langsung turun ke lokasi memberikan pertolongan. Warga pertama kali menemukan Perlianto Nadeak berada di tengah sawah dalam keadaan tergeletak.

Warga pun langsung memberikan pertolongan dengan membenamkan tubuh korban ke lumpur hingga korban sadar. Sesudah sadar korban langsung dilarikan ke Puskesmas untuk mendapat pertolongan. Sedangkan istrinya, Nurlela Marbun ditemukan berada di bawah pondok sawah sudah tidak bernyawa lagi.

Beruntung kedua anaknya Luki Nadeak dan Butet Nadeak yang juga ikut terpental ditemukan dalam keadaan selamat. Warga pun langsung membawa tiga korban yang selamat ke rumahnya dan sebahagian mengurus jenazah Nurlela.

Sampai berita ini diturunkan, jenazah Nurlela masih disemayamkan di rumah duka di kediaman mereka di Desa Siharbangan, Kecamatan Barus.

Bulan Agustus 2019 lalu juga ada korban yang tewas disambar petir di Barus atas nama Sintor Habeahan bersama dengan 19 ekor kerbau yang digembalakannya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA