Dinilai Masih On The Track, Realisasi Belanja Negara Capai Rp 1.798 Triliun

Nasional

Senin, 18 November 2019 | 16:06 WIB

191118160734-dinil.jpg

ist

Menteri Keuangan Sri Mulyani.


MENTERI Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, realisasi belanja negara sejak Januari hingga Oktober 2019 mencapai Rp 1.798 triliun atau 73,1 persen dari target APBN yaitu Rp 2.461,1 triliun. Menkeu menuturkan, belanja negara tersebut hanya tumbuh 4,5 persen dibandingkan periode yang sama pada 2018 sebesar Rp 1.720,8 triliun yang tumbuh 11,9 persen dari realisasi Oktober 2017 yakni Rp 1.537,4 triliun.

"Belanja negara masih menunjukkan kinerja yang on track dan berperan dalam memberikan stimulus terhadap perekonomian," katanya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (18/11/2019).

Realisasi belanja negara tersebut terdiri atas realisasi belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.121,1 triliun atau tumbuh 4,3 persen dari periode sama 2018 yakni Rp 1.074,4 triliun dan telah mencapai 68,6 persen dari target APBN.

Kemudian, transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) sebesar Rp 676,87 triliun atau tumbuh 4,7 persen dibandingkan periode yang sama 2018 yaitu Rp 646,4 triliun dan telah mencapai 81,9 persen dari pagu APBN.

Belanja pemerintah pusat sendiri terdiri dari belanja kementerian dan lembaga (K/L) mencapai Rp 633,5 triliun atau tumbuh 8 persen dibandingkan Oktober 2018 yang secara rinci terdiri atas belanja pegawai Rp 204,4 triliun, belanja barang Rp 236,5 triliun, belanja modal Rp 100,8 trliun, dan bantuan sosial Rp 91,7 triliun.

Menkeu menuturkan, realisasi belanja pemerintah pusat yang mengalami peningkatan tersebut diakibatkan oleh realisasi belanja bantuan sosial yang telah mencapai 94,5 persen dari pagu APBN. Pasalnya, pihaknya berusaha untuk menjaga daya beli masyarakat miskin.

Belanja pemerintah pusat juga ditunjang oleh belanja non K/L mencapai Rp 487,6 triliun atau stagnan dari periode sama tahun lalu yang terdiri dari pembayaran bunga piutang Rp 220,6 triliun, subsidi energi Rp 98,5 triliun, subsidi non energi Rp 47,7 triliun, belanja hibah Rp 23 triliun, dan belanja lain-lain Rp23 triliun.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan pada realisasi subsidi energi sampai Oktober 2019 tersebut lebih rendah dari periode sama 2018 yaitu Rp 117,4 triliun karena dipengaruhi oleh rendahnya ICP dan adanya pelunasan bayar subsidi BBM dan LPG Rp 10 triliun.

"Kalau realisasi subsidi non energi itu ada pelunasan kurang bayar subsidi pupuk Rp 9,8 triliun," katanya.

Sementara itu untuk realisasi TKDD sebesar Rp 676,87 triliun secara rinci terdiri dari realisasi transfer ke daerah mencapai Rp 624,9 triliun atau tumbuh 3,8 persen dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 602 triliun dan dana desa yang mencapai Rp 52 triliun atau tumbuh 17 persen dari periode sama tahun lalu yakni Rp 44,4 triliun.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA