Belum Turun Juga, 42 Pendaki Gunung Lawu Terjebak Kebakaran Hutan

Nasional

Minggu, 17 November 2019 | 13:44 WIB

191117133928-belum.jpg


PULUHAN pendaki yang melakukan pendakian ke puncak Gunung Lawu perbatasan Jawa Tengah dengan Jawa Timur, sampai Sabtu (16/11/2019) belum turun. Mereka dikhawatirkan terjebak kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Para pendaki tersebut melakukan pendakian lewat jalur Cemorosewu, Cemorokandang dan jalur Cetho, pada Sabtu (16/11/2019) pukul 23.00, dilaporkan masih sebanyak 42 orang yang belum turun.

Arief Sugiyarto, SH, Koordinator Basarnas Semarang Pos Surakarta, dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (17/11/2019), semula beredar kabar jumlah pendaki Gunung Lawu yang terjebak kebakaran hutan sebanyak 53 orang.

Namun personel Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, pos SAR Surakarta yang melakukan pendataan dan mengumpulkan informasi dari sejumlah pos pendakian, mendapatkan kepastian jumlah pendaki yang belum turun sebanyak 42 orang.

Kepastian jumlah itu diperoleh dari relawan Paguyuban Giri Lawu (PGL) di basecamp pendakian Cemorosewu, relawan Anak Gunung Lawu (AGL) di base camp Cemorokandang dan relawan Reco di basecamp Cetho.

"Para relawan di tiga basecamp tersebut menyatakan, saat ini memang ada pendaki yang belum turun. Mereka mendaki dari masing-masing jalur pendakian tersebut," katanya.

Mengutip data dari jalur pendakian Cemorosewu, yang dilaporkan relawan PGL, Miko, memastikan, jumlah pendaki yang belum turun sampai Sabtu malam tinggal satu rombongan terdiri dari lima orang.

Sedangkan pendaki yang naik dari jalur Cetho masih sebanyak 30 orang pendaki dan dari jalur Cemorokandang masih 7 orang pendaki belum turun.

"Berdasarkan pemantauan yang dilakukan para relawan, seluruh pendaki dalam kondisi aman. Posisi mereka jauh dari titik kebakaran di daerah Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa timur. Jarak terdekat jalur pendakian ke titik kebakaran hutan kurang lebih 12 kilometer," jelas Arief.

Arief menambahkan, pada informasi pertama yang berasal dari penjelasan Suparman, hanya menyatakan, sejumlah pendaki terjebak kebakaran. Sumber tersebut menyebutkan, hingga Sabtu siang tercatat sebanyak 53 pendaki yang belum turun.

Dalam mengantisipasi masalah tersebut, sambung Arief, Basarnas bersama seluruh potensi SAR siaga selama 24 jam. Personel SAR disiapkan untuk melakukan pencarian dan pertolongan, apabila ada pendaki yang terancam keselamatannya, termasuk akibat terjadinya musibah kebakaran hutan.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA