Panglima TNI : Ekonomi Kerakyatan Kekuatan Besar Bangsa Indonesia

Nasional

Jumat, 15 November 2019 | 21:38 WIB

191115211257-pangl.jpg

Puspen TNI


EKONOMI kerakyatan adalah kekuatan sangat besar yang dapat membuat Indonesia bertahan dari krisis ekonomi. Jumlah penduduk bangsa Indonesia yang lebih dari 260 juta jiwa adalah pasar yang sangat potensial.

"Jumlah penduduk yang besar akan dapat menyerap produksi dalam negeri, sebesar apapun itu. Disitulah sebetulnya kekuatan Indonesia yang dapat mencukupi dirinya sendiri," kata Panglima TNI, Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat menutup Gebyar Karya Pertiwi dan Military Attache Spouses Culture tahun 2019 di Balai Sudirman, Jln. Dr. Saharjo, Jakarta Selatan, Jumat (15/11/2019).

Menurut Panglima TNI, yang lebih penting lagi adalah dengan kegiatan tersebut diharapkan ekonomi kreatif Indonesia akan semakin berkembang. Dengan demikian kesejahteraan rakyat juga meningkat.

"Teknologi pemasaran secara digital yang saat ini sedang mengemuka harus dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para praktisi ekonomi kerakyatan," ucapnya seperti dalam keterangan tertulisnya yang disampaikan Puspen TNI.

Selanjutnya Panglima TNI mengatakan, yang dibutuhkan adalah bagaimana meraih para konsumen, pasar di seluruh penjuru Indonesia melalui teknik pemasaran yang tepat dan menarik. "Disamping itu juga dibutuhkan konsistensi serta peningkatan kualitas dan jaminan mutu, sehingga konsumen tersebut puas dan akan membeli kembali," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI mengatakan, selama tiga hari pelaksanaan Gebyar Karya Pertiwi dan Military Attache Spouses Culture tahun 2019 telah berjalan dengan semarak. "Saya yakin banyak manfaat yang telah kita peroleh, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga wawasan yang luas tentang kekayaan budaya tanah air dan negara-negara sahabat," ujarnya.

"Kita tentu bangga setiap kali pameran budaya ataupun pertunjukan kesenian tradisional Indonesia di luar negeri selalu disambut dengan antusias. Kesenian kita dilandasi dengan berbagai nilai-nilai luhur dan kearifan lokal sehingga sangat menarik untuk dipelajari ataupun dinikmati. Sehingga kewajiban kita sebagai bangsa untuk melestarikan budaya kita sendiri," jelasnya.

Panglima TNI mengucapkan apresiasi kepada seluruh peserta dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan Gebyar Karya Pertiwi dan Military Attache Spouses Culture 2019. Turut hadir dalam kesempatan tersebut di antaranya Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman, Wakasal Laksda TNI Mintoro Yulianto, Wakasau Marsdya TNI Fahru Zaini Isnanto, Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto, Irjen TNI Letjen TNI M. Herindra, Pangkostrad Letjen TNI Besar Harto Karyawan, Ketum Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto, Ketum Persit Kartika Chandra Kirana Ny. Hetty Andika Perkasa, Ketum Jalasenastri Ny. Manik Siwi Sukma Adji dan Ketum PIA Ardhya Garini Ny. Ayu Yuyu Sutisna.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA