Indonesia Diharapkan Menjadi Produsen Produk Halal Pasar Global

Nasional

Jumat, 15 November 2019 | 10:15 WIB

191115103552-indon.jpg

Eddie Karsito


Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, sebaiknya kita tidak terlena hanya menjadi konsumen produk-produk halal. “Tetapi juga sudah harus menjadi produsen produk-produk halal untuk pasar dunia,” terang Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam keterangan tertulis yang dikirim ke redaksi galamedianews.com, di Jakarta, Kamis (14/11/2019)

Hal tersebut, dikemukakan dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi ’International Halal Lifestyle Conference 2019 (INHALIFE)’, yang berlangsung di Jakarta Convention Center.

Acara bertema ’Creating Halal Champions Accessing to The Global Halal Markets from Potency to Reality’ ini, merupakan rangkaian acara dari ’Indonesia Sharia Economic Festival 2019.’ Terselenggara atas kerjasama Indonesia Halal Lifestyle Center dan Bank Indonesia.

Perry Warjiyo menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) yang sejak awal berdirinya sangat concern dengan visi tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Sapta Nirwandar dan tim IHLC yang sangat concern dan secara serius mewujudkan visi besar menjadikan Indonesia tidak hanya konsumen tetapi juga sekaligus produsen produk-produk halal untuk pasar dunia,” ujar Perry Warjiyo.

Menanggapi seruan Perry Warjiyo tersebut, Chairman Indonesia Halal Lifestyle Center, Sapta Nirwandar mengatakan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi ke seluruh stakeholder ekonomi halal. "Kami terus melakukan sosialisasi kepada seluruh stakeholder ekonomi halal Indonesia sehingga dampaknya akan lebih signifikan," ujar Sapta.

INHALIFE 2019 menghadirkan beberapa pakar internasional sebagai narasumber, antara lain Dr. Taleb Rifai (Secretary General of UNWTO 2009-2017), Abdulla Al Anwar (CEO of Dubai Islamic Economy Development  Centre), Raffi-uddin Shikoh (Managing Director of DinarStandard Dubai), Prof. Dr. Muhammad Nuh (Chief Executive of Indonesia Waqaf Board), Prof. Dr. Faridah Hj. Hassan dan (Founder of Halal Management and Science HALALMAS, Malaysia),

Tampil juga pembicara lainnya, Irsyad A. Cader (CEO Globothink Consultants, Australia), Dr. Nouraddin Yau Tzu Ma (Managing Director of Taipei Grand Mosque Fondation, Taiwan), Ekaterina Kamalova (Program Director of The International Economic Russia Islamic World),  Dr. Ir. Dan Ngiam (Founder the D & N International Enterprise, Asia Pacific, Singapore), dan Ali Charisma (Indonesia Fashion Chamber).

Selain itu, INHALIFE juga menghadirkan pembicara nasional, Samuel Pranata (Direktur Martha Tillar Group), Mohammad Bawazeer (Vice Chairman of Indonesian Chamber of Commerce and Industry Permanent Committee on Middle East & OIC Countries (KT3-OKI), dan Irwan Habsjah (KADIN).

Pada kesempatan INHALIFE 2019 ini, juga dilaunching State of The Global Islamic Economy Report 2019-2020, serta penanda-tanganan beberapa Nota Kesepahaman antara IHLC dengan DIEDC dubai, IHLC dengan RFI Foundation London, IHLC dengan IPB Bogor dan ETOKOHALAL dengan CIMB Niaga Syariah.

Editor: boedi azwar

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA