BMKG : Gempa Magnitudo 7,1 di Jailolo Akibat Penyesaran Lempeng Laut Maluku

Nasional

Jumat, 15 November 2019 | 10:40 WIB

191115103332-bmkg-.jpg


BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan gempa magnitudo 7,1 di Jailolo, Maluku Utara, Kamis (14/11) pukul 23.17 WIB, disebabkan adanya penyesaran dalam Lempeng Laut Maluku.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. Ini akibat adanya deformasi atau penyesaran dalam Lempeng Laut Maluku," kata Kepala Pusat BMKG Dwikorita Karnawati saat jumpa pers di Kantor BMKG, Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Dia menjelaskan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault).

Berdasarkan monitoring muka air laut melalui alat monitor, adanya gejala perubahan air laut di Ternate sekitar 6 sentimeter, Pantai Jailolo sekitar 9 sentimeter, dan Pantai Bitung sekitar 10 sentimeter.

"Namun setelah kami pantau selama dua jam tidak terjadi lagi gejala atau kenaikan muka air laut, maka peringatan dini tsunami ini dinyatakan berakhir pada Jumat pukul 01.45 WIB," ujarnya.

Guncangan gempa bumi dirasakan di daerah Bitung dan Manado IV-V MMI (getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), Gorontalo dan Ternate III-IV MMI (dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), di Buol II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA