Polisi Tetapkan PT Tesso Indah Tersangka Penyebab Karhutla di Riau

Nasional

Kamis, 14 November 2019 | 23:28 WIB

191114222602-polis.jpg

detik.com

Petugas memadamkan api yang membakar lahan hutan di Riau, beberapa waktu lalu.


DIREKTORAT Reserse Kriminal Khusus Polda Riau kembali menetapkan perusahaan perkebunan sawit yakni PT Tesso Indah sebagai tersangka dalam perkara dugaan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, AKBP Fibri Karpiananto dalam keterangan pers di Pekanbaru, Kamis (14/11/2019) mengatakan, perusahaan yang terjerat pidana lingkungan hidup itu adalah PT Tesso Indah yang beroperasi di Kabupaten Indragiri Hulu.

Dalam perkara ini, selain menetapkan PT Tesso Indah sebagai tersangka secara korporasi. Selain itu, penyidik juga menetapkan tersangka secara perorangan yang mewakili perusahaan.

"Kami tetapkan dua tersangka dalam perkara ini, pertama PT TI sebagai tersangka korporasi, di mana diwakilkan direktur operasionalnya berinisial HK. Satu lagi berinisial S sebagai tersangka perorangan untuk perusahaan tersebut," katanya.

Fibri menjelaskan, S, yang merupakan asisten kebun tersebut diduga lalai dalam menjaga perkebunan sawit. Perbuatannya itu menyebabkan kebakaran. Saat ini S juga telah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut. "Kami sudah lakukan upaya penahanan terhadap S," tuturnya.

Dengan ditetapkannya PT TI sebagai tersangka korporasi, artinya sudah dua perusahaan yang terjerat kasus hukum terkait Karhutla. Korporasi pertama yang terjerat perkara serupa adalah PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS). Perusahaan sawit yang berada di Pelalawan, Riau itu kini telah masuk dalam proses pemberkasan di Kejaksaan.

Fibri menegaskan, langkah hukum ini merupakan bentuk komitmen Polda Riau dalam mengusut kasus Karhutla yang khususnya melibatkan perusahaan.

PT TI ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik menyatakan 69 hektare lahan di perusahaan itu terbakar pada Agustus 2019 lalu. Polda Riau bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga mengumumkan penetapan dua tersangka dalam kasus ini.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA