Ini Pesan Sandiaga ke Ahok Jika Jadi Memimpin BUMN Energi

Nasional

Kamis, 14 November 2019 | 22:36 WIB

191114220445-ini-p.jpg

lewatmana.com

Sandiaga Salahuddin Uno


WAKIL Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Salahuddin Uno, mengomentari tentang isu pengangkatan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi direktur utama BUMN. Sandiaga pun memberikan masukan kepada Ahok jika akhirnya diangkat menjadi dirut BUMN.

Sandiaga meminta Ahok agar ingat jika BUMN adalah milik rakyat, bangsa dan negara. Sandiaga juga meminta pada Ahok agar selalu mengingat Undang-undang Dasar (UUD) 1945 pasal 33.

"BUMN milik rakyat, milik bangsa dan negara. Jadi patut didukung untuk memberikan kemaslahatan sesuai dengan pasal 33 UUD 45, yaitu memberikan peran sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia," ujar Sandiaga di Yogyakarta, Kamis (14/11/2019).

Sandiaga meminta kepada publik agar tak berspekulasi berlebihan terkait isu pengangkatan Ahok sebagai dirut BUMN. Sandiaga percaya jika nantinya Ahok benar diangkat menjadi dirut BUMN, Menteri BUMN Erick Thohir akan memberikan penjelasan dan latar belakang dipilihnya Ahok.

"Kita jangan berspekulasi dulu, karena kita menunggu saja hasil akhirnya. Jangan kita judge dulu. Jangan langsung memberikan komentar. Tunggu dulu apa yang menjadi pertimbangan Pak Erick disampaikan kepada publik," urai Sandiaga seperti dilansir vivanews.

Sandiaga menilai Ahok memiliki latar belakang ijazah pertambangan dan cocok dengan BUMN yang bergerak di bidang energi.

"Mungkin Pak Ahok memiliki kekuatan di bidang pertambangan. Karena beliau sarjana pertambangan. Yang dicari tentu kecocokannya kepada right man at the right place," paparnya.

Sementara itu, terkait masalah hukum yang pernah membelit Ahok, Sandiaga menilai bangsa Indonesia adalah bangsa yang pemaaf.

"Pilar-pilar kebangsaan kita adalah tentunya tentang tegaknya hukum. Di balik hukum itu adalah demi keadilan, dan di samping itu ada pilar bangsa kita, yaitu bangsa yang besar, yang penuh kelembutan dan yang pemaaf," pungkas Sandiaga.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA