Ribuan Ikan Nila Mati di Perairan Embung Tirtonadi Solo

Nasional

Rabu, 13 November 2019 | 19:49 WIB

191113194359-ribua.jpg

Tok Suwarto

Cemaran busa di perairan Embung Tirtonadi yang diperkirakan menjadi biang keladi kematian ribuan ekor ikan nila, Rabu (13/11/2019).


IKAN di perairan Embung Tirtonadi, Kota Solo, yang ditebar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkot Solo sekitar setahun lalu, Rabu (13/11/2019) siang kedapatan mati dan sebagian dalam keadaan sekarat. Bangkai ribuan ekor ikan nila yang terbawa aliran air dan sebagian nyangkut di sekitar Bendung Karet Tirtonadi, diduga mati akibat perairan embung tercemar limbah dari hulu Sungai Kali Pepe.

Petugas keamanan "Papan Kawruh Tirta" yang bertugas di bangunan baru Bandung Karet Tirtonadi sisi selatan, Hari Indaryanto, menjelaskan kepada wartawan, matinya ribuan ikan di embung yang difungsikan sebagai lokasi rekreasi air itu mulai tampak sekitar pukul 09.00 WIB di sisi bawah bendungan.

Ribuan bangkai ikan yang mengambang di bawah bendungan dan membusuk karena tidak terbawa air sungai yang dangkal, menimbulkan bau amis yang menyengat dan tercium dari kawasan Tirtonadi.

"Pada pagi hari waktu saya tiba di kantor belum tercium bau amis. Tetapi setelah bangkai ikan yang menumpuk di bawah bendungan membusuk, lama kelamaan tercium bau amis yang menyengat," terangnya.

Dugaan kematian ribuan ikan tersebut akibat pencemaran, menurut Hari, karena di perairan embung saat terjadi kematian ikan bertebaran busa putih yang mengambang. Berdasarkan pengamatannya, busa tersebut mulai muncul di perairan sejak sehari sebelumnya.

Pada Rabu siang, gumpalan busa putih yang terbawa aliran Sungai Kali Anyar, menyusul turunnya hujan pada Selasa (12/11/2019) petang, terlihat sampai di bawah jembatan Kreteg Abang dan jembatan Kandang Sapi yang berjarak sekitar satu kilometer dari Bendung Karet Tirtonadi.

Ketua Komisi II DPRD Kota Solo, YF Sukasno bersama sejumlah anggota Komisi II yang menerima laporan masalah tersebut, pada Rabu siang langsung meninjau ke lokasi. Para anggota Dewan tersebut minta agar DLH Pemkot Solo segera melakukan penelitian untuk mencari penyebab kematian ikan, sekaligus melakukan penyelidikan asal muasal cemaran busa yang mengibatkan matinya ribuan ikan.

"Kita belum tahu apakah ikan di embung mati karena pencemaran air atau ada penyebab lain. Dugaan sementara, busa yang mencemari sungai merupakan salah satu indikasi penyebab kematian ikan," jelasnya.

Kepala DLH, Sri Wardhani, belum bisa memberikan kepastian kemungkinan terjadinya pencemaran air sungai yang mengakibatkan matinya ikan nila di Kali Anyar. Dia menegaskan, untuk memastikan kemungkinan terjadinya pencemaran sungai yang menjadi penyebab kematian ikan, pihaknya telah mengambil sampel air untuk uji laboratorium.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA