MUI Ajak Masyarakat Ucapkan Salam Sesuai Agama dan Kepercayaan Masing-masing

Nasional

Rabu, 13 November 2019 | 09:36 WIB

191113093805-mui-a.jpg


MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mengajak semua pihak untuk menjaga keharmonisan dalam kehidupan umat beragama salah satunya dengan mengucapkan salam sesuai agama dan kepercayaan yang diyakini masing-masing.

"MUI mengajak semua pihak untuk berpindah dari hal yang menimbulkan kegaduhan dan kontroversi kepada yang tidak menimbulkan kegaduhan dan kontroversi," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI Pusat, Anwar Abbas dalam siaran persnya, Rabu (13/11/2019).

Ia mengatakan, imbauan itu sesuai dengan imbauan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid kepada semua pihak untuk menghentikan polemik terkait ucapan salam lintas agama yang akan dapat menimbulkan kesalahpahaman dan mengganggu harmoni kehidupan umat beragama jika berkepanjangan.

Anwar mengatakan, salam lintas agama yang disampaikan oleh pemeluk agama tertentu akan dapat menimbulkan kontroversi dan kegaduhan di antara pemeluk agama dan keyakinan.

Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa mengucapkan salam sesuai dengan agama dan kepercayaan yang diyakini pemeluk merupakan tindakan yang arif dan bijaksana, sesuai dengan kesepakatan yang dibuat oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang menyepakati hal itu.

Dikatakannya, bila pembicara ingin menyampaikan salam lain selain salam yang dianjurkan dalam agamanya, diimbau agar pembicara tersebut dapat mengucapkan salam yang bersifat netral dan tidak mengundang perbedaan yang bersifat teologis, seperti ucapan selamat pagi, selamat siang, selamat sore dan salam sejahtera untuk kita semua.

Imbauan itu ia sampaikan agar bangsa ini terhindar dari polemik yang dapat mengganggu ketenteraman dan kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga bisa bersama-sama fokus memajukan negeri.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA