Warga Kampung Mojo Solo Keluhkan Limbah Tinja dari Saluran IPAL

Nasional

Selasa, 12 November 2019 | 20:57 WIB

191112205752-warga.jpg

Tok Suwarto

Warga Jln. Bengawan Solo 3 yang terdampak pencemaran bau limbah di saluran IPAL membuka salah satu tutup mainhole yang bermasalah, Selasa (12/11/2019).


DI AWAL musim penghujan ini, warga RT 03/RW 07 Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, mempersoalkan jaringan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) untuk menyalurkan limbah rumah tangga yang bermasalah. Saluran pembuangan limbah tinja yang berasal dari pelanggan PDAM Kota Solo, di beberapa lokasi tidak dapat mengalir dengan lancar dan disaat turun hujan limbah meluap keluar lewat lubang mainhole.

Sukarman (77), warga Jln. Bengawan Solo 3, yang termasuk wilayah RT 03/RW 07 Kelurahan Mojo, mengungkapkan kepada wartawan, Selasa (12/11/2019), selama tujuh tahun terakhir hampir setiap hari warga di sekitar mainhole IPAL tercemar bau tinja. Bahkan, setiap musim penghujan limbah tinja seringkali keluar lewat sela-sela tutup mainhole bersama air hujan yang mengalir di saluran.

"Pada hari-hari biasa musim kemarau selalu keluar bau. Tapi kalau turun hujan sedikit saja, limbah tinja keluar terbawa air. Kalau musim penghujan, warga yang berdekatan dengan mainhole terpaksa harus membersihkan tinja," kata Sukarman.

Mainhole IPAL di Jln. Bengawan Solo 3 yang di antaranya ada di depan rumah Sukarman, menurut warga merupakan bagian hulu dari jaringan IPAL ke arah Jln. Kahar Muzakir. Warga menduga, limbah yang melewati mainhole berdiameter 60 sentimeter tersebut tidak dapat mengalir, lantaran elevasinya lebih rendah dibanding bagian hilir.

Sukarman bersama beberapa warga RT 03/RW 07 menyatakan, masalah tersebut telah dilaporkan ke pihak PDAM Solo. Mereka menunjukkan bukti masalah yang dihadapi warga, dengan membuka penutup salah satu mainhole di jaringan saluran IPAL. Meskipun limbah yang mengalir relatif sedikit, namun begitu tutup mainhole terbuka langsung tercium bau tinja.

Pihak PDAM yang dihubungi wartawan lewat Humasnya, Bayu Tunggul Pinilih mengungkapkan, di jaringan IPAL memang muncul banyak persoalan. Penyebabnya, selain masalah konstruksi juga akibat kelalaian dan kesembronoan masyarakat pelanggan IPAL. Dia menyebut salah satu contoh, yakni kebiasaan warga membuang sampah di saluran pembuangan limbah, termasuk di jaringan saluran IPAL.

"Masyarakat yang sembrono seringkali membuang pembalut bekas, membuang kondom, bahkan pernah ketahuan membuang bantal di lubang WC. Kelalaian dan kesembronoan masyarakat itu ada buktinya dan ada juga fotonya," jelasnya, seraya menyatakan, pihaknya tidak menampik adanya masalah teknis seperti ketinggian elevasi di Jln. Bengawan Solo.

"Kita akan berkoordinasi dengan pihak Pemprov Jateng untuk menangani jaringan IPAL yang bermasalah," sambungnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Solo, Taufiqurrahman, pada Selasa (12/11/2019) siang juga mendatangi warga terdampak cemaran limbah IPAL. Dia minta keterangan kepada sejumlah warga untuk memastikan apa yang terjadi, termasuk minta pendapat apakah ada kesalahan konstruksi dalam pembangunan jaringan saluran IPAL.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA