Diresmikan Jokowi, Begini Nasib PAUD "Harapan Bangsa"

Nasional

Senin, 11 November 2019 | 21:18 WIB

191111211353-dires.jpg

Tok Suwarto

Bangunan ruang kelas PAUD "Harapan Bangsa" yang tanpa atap selama 10 bulan terakhir.


NASIB siswa pendidikan anak usia dini (PAUD) "Harapan Bangsa", di Kampung Sorogenen RT 5 RW V, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres, Kota Solo, selama sekitar 10 bulan terakhir terpaksa tidak bisa belajar di ruang kelas. Bangunan ruang kelas tidak bisa digunakan, lantaran atap bangunan runtuh pada 27 Januari 2019 dan hingga saat ini belum diperbaiki.

PAUD Harapan Bangsa milik Pemerintah Kelurahan Jagalan yang menempati bangunan tua berusia sekitar 40 tahun, disebutkan diresmikan Presiden Jokowi ketika masih menjadi Wali Kota Solo pada 2007. Runtuhnya atap bangunan tua tersebut tidak menelan korban jiwa, karena terjadi pada sekitar pukul 03.00 dinihari.

Kepala PAUD "Harapan Bangsa", Sri Wahyuningsih menjelaskan, pihaknya berupaya agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan memanfaatkan halaman sekolah menjadi kelas darurat. Hal itu dilakukan karena Pemkot Solo belum berencana membangun kembali gedung PAUD yang berdiri di atas lahan milik Pemerintah Kelurahan Jagalan tersebut.

"Bangunan ruang kelas yang runtuh sudah berumur sekitar 40 tahun. Beruntung saat atapnya ambrol terjadi dinihari, sehingga tidak ada korban. Akibat kerusakan itu, PAUD sempat diliburkan seminggu atas permintaan Dinas Pendidikan. Setelah itu kami memakai halaman untuk ruang kegiatan belajar mengajar," katanya kepada wartawan, Senin (11/11/2019).

Di PAUD yang lokasinya dekat permukiman padat penduduk dan warganya merupakan masyarakat kelas menengah ke bawah itu, sebelum mengalami kerusakan setiap tahun rata-rata menampung antara 40-45 siswa. Namun sejak terjadinya musibah atap runtuh, orang tua yang menyekolahkan di PAUD tersebut anjlok sampai separuhnya.

"Sejak atap bangunan sekolah runtuh, ini berdampak pada penurunan jumlah siswa hingga 50 persen. Semula siswanya rata-rata 40 sampai 45 orang, sekarang tinggal 22 anak," jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Solo, Sugeng Riyanto ketika mengunjungi PAUD "Harapan Bangsa", Senin (11/11/2019) siang mengungkapkan keprihatinan karena sampai saat ini belum ada usulan perbaikan bangunan yang rusak. Dia menyatakan akan mendorong Pemkot Solo agar segera merenovasi bangunan dan melihat struktur anggaran APBD 2020.

"Kalau Pemkot Solo sudah merencanakan anggaran renovasi, kita minta segera ditindaklanjuti. Tetapi kalau belum supaya dipastikan bisa dianggarkan di perubahan," tuturnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA