Wapres Ma'ruf Amin Besuk Waketum MUI

Nasional

Kamis, 7 November 2019 | 17:02 WIB

191107170143-wapre.jpeg

suaramuahammadiyah


WAKIL Presiden KH. Ma'ruf Amin membesuk Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof. Yunahar Ilyas yang sedang dirawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta, Kamis (7/11/2019).

Yunahar Ilyas yang juga Ketua PP Muhammadiyah selama10 hari terakhir ini dirawat di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta karena mengalami gagal ginjal.

Ma'ruf yang mengenakan sarung dan berpeci hitam tiba di PKU Muhammadiyah Yogyakarta pada pukul 14.35 WIB disambut oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hemengku Buwono X serta Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti.

Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar juga tampak hadir mendampingi Ma'ruf.

Berdasarkan pantauan ANTARA, Ma'ruf Amin beserta rombongan keluar dan meninggalkan RS PKU Muhammadiyah pada pukul 14.50 WIB.

"Pak Wapres ke sini untuk menengok Buya Yunahar Ilyas yang sudah beberapa hari dirawat di RS PKU. Tadi saat ketemu beliau terus berdoa dulu, mendoakan semoga Buya Yunahar Ilyas diberikan kekuatan, kesehatan," kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti.

Menurut Haryadi, suasana pertemuan antara Wapres dan Yunahar Ilyas sangat akrab. Sementara, kondisi Yunahar juga sudah tampak membaik.

"Pak Yunahar juga terlihat sangat baik kondisinya, Insya Allah mudah-mudahan diberikan kesembuhan kembali," kata dia.

Ketua Badan Pembina Harian RS PKU Muhammadiyah dr. H. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes mengatakan Yunahar sudah dirawat di RS itu selama 10 hari terakhir. Berdasarkan diagnosa tim medis, Yunahar mengalami gangguan fungsi ginjal yang bermula dari penyakit diabetes.

"Karena kondisi gula darah yang lama kemudian mengarah kepada gangguan ginjal. Ginjalnya sudah tidak berfungsi dengan bagus sehingga setiap sepekan harus dilakukan cuci darah," kata dia.

Dengan kondisi ginjal saat ini, menurut Agus, Yunahar direncanakan melakukan cangkok ginjal di RSUP dr. Sardjito pada Desember 2019 dengan pendonor yang tidak lain adalah keponakan Yunahar sendiri.

"Kita harapkan sampai Desember kondisi Buya Yunahar stabil sehingga bisa dilakukan cangkok ginjal," demikian Agus Taufiqurrahman.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA