Apresiasi Generasi Milenial Terhadap Budaya Bangsa Menurun

Nasional

Rabu, 6 November 2019 | 20:35 WIB

191106203552-apres.jpg


MASYARAKAT wayang dari berbagai daerah Nusantara, secara khusus merayakan Hari Wayang 2019 dengan menggelar pameran bersama selama tiga hari, 6 - 8 November 2019, di Aula IKM Harmoni, Semanggi, Kota Solo. Pameran wayang Nusantara yang dimeriahkan pergelaran wayang kulit, di antaranya dengan inovasi iringan orkes keroncong tersebut, didukung para siswa sekolah menengah kejururuan (SMK)  bidang seni dan budaya, serta mahasiswa yang sedang melakukan praktik kerja lapangan (PKL).

Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, ketika membuka pameran, Rabu (6/11/2019) siang, mengatakan, semua menyadari, apresiasi generasi muda terhadap budaya bangsa cenderung menurun. “Generasi milenial sebagai pewaris seni budaya wayang, sekarang sudah tidak terbiasa dengan tontonan wayang," katanya.

Dalam upaya membangkitkan minat generasi milenial terhadap pertunjukan wayang, sambungnya,  pergelaran seni budaya wayang perlu terus dikembangkan secara intensif. Dia berpendapat, pergelaran seni budaya wayang tidak hanya mengandung nilai-nilai artistik, tetapi yang lebih penting kandungan nilai-nilai ajarannya yang adiluhung tentang budi pekerti, nilai-nilai moral, nilai-nilai kemanusiaan dan pencerahan hidup yang terkandung dalam seni pewayangan.

"Pameran wayang Nusantara semacam ini, merupakan media untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap seni budaya wayang," tandasnya.

Wakil Wali Kota Solo itu mengingatkan, Kota Solo merupakan salah satu kota yang konsisten dalam mempertahankan, sekaligus mengembangkan tradisi budaya Jawa. Dia menekankan, budaya tradisi wajib dilestarikan untuk memperkokoh identitas bangsa melalui eksistensi kebudayaan.

"Pelestarian tradisi budaya merupakan upaya kita untuk menanamkan nilai-nilai luhur budaya bangsa. Kita punya kewajiban mengenalkan budaya tradisi bangsa itu kepada generasi muda,"tuturnya lagi.

Margono Prasetya dari "Sanggar Wayang Gogon" yang mengkoordinir pergelaran tersebut, menjelaskan, selama pameran dan pagelaran pertunjukan selama tiga hari itu, para peserta dari berbagai daerah se-Indonesia memajang berbagai ragam wayang, termasuk sketsa wayang yang termasuk  kreasi baru karya seniman asal Pasuruan, Jawa Timur. Di antara wayang yang dipamerkan terdapat wayang golek, wayang pesisiran, wayang Sumatera, wayang Pacitan dan lain-lain.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA