Mendagri Warning Kepda Tertibkan Ormas yang Bekingi Parkir Liar

Nasional

Rabu, 6 November 2019 | 10:59 WIB

191106105956-menda.jpg

@kemendagri

Mendagri Tito Karnavian.


MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian mewarning kepala daerah agar melakukan penertiban pengelolaan perparkiran. Jangan sampai perilaku tersebut membuat masyarakat dirugikan, dan merusak iklim investasi.

Sebagaimana diketahui, investasi merupakan salah satu bagian visi-misi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam hal mengundang investasi seluas-luasnya untuk membuka lapangan pekerjaan. Sehingga pemerintah daerah perlu memangkas hambatan investasi untuk mendorong salah satu program Prioritas Nasional tersebut.

"Mendagri mengimbau agar gubernur, bupati/wali kota untuk melakukan penertiban pengelolaan perparkiran di daerah. Jangan sampai merugikan masyarakat dan merusak iklim investasi," tutur Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Bahtiar, Rabu (6/11/2019).

Menurut Mendagri, tata kelola parkir yang buruk dapat merugikan masyarakat, terlebih jika dipungut oleh preman berkedok Ormas. Pungutan retribusi parkir tersebut nilai uangnya sangat besar, terutama di perkotaan dan menjadi salah satu sumber pungutan liar. Hal itu mengakibatkan Pemda tidak mendapat pemasukan yang signifikan.

"Tata kelola parkir yang buruk jelas sangat merugikan masyarakat, apalagi jika dipungut oleh preman atau berkedok Ormas, kemungkinan besar terjadi pungli," jelas Bahtiar menerangkan apa yang disampaikan Tito, seperti dilansir liputan6.com.

Untuk mengantisipasi dan mengatasi hal tersebut, perlu dilakukan tindakan tegas untuk melindungi masyarakat dari aksi premanisme.

"Saber pungli parkir dan tim pemberantasan preman harus dilakukan untuk melindungi masyarakat serta menindak oknum aparat yang melindungi pengelolaan parkir liar. Sehingga perlu dukungan aparat penegak hukum dan aparat keamanan untuk penegakan Saber Pungli dan penindakan premanisme, baik perorangan atau kelompok masyarakat termasuk preman yang dibungkus Ormas," pungkas Bahtiar.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA