Gara-Gara Corona, Persidangan Pun Digelar Secara Virtual

Meja Hijau

Kamis, 26 Maret 2020 | 19:02 WIB

200326190300-gara-.jpeg

ist

AKIBAT mewabahnya virus Corona atau Covid-19, jadwal persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung pun terpaksa berubah. Sistem persidangan pun mulai hari ini, Kamis (26/3/2020) dilakukan secara virtual.

Pihak PN Bandung mulai memanfaatkan teknologi video conference (vicon). Dengan sistem itu, persidangan tidak menghadirkan terdakwa ke pengadilan tapi terdakwa tetap berada di rumah tahanan (rutan).

"Sidang vicon ini hakim tetap berada di pengadilan. Sementara untuk jaksa dan terdakwa tidak perlu hadir di pengadilan, cukup di rutan saja. Komunikasi dilakukan melalui sarana monitor," terang Humas PN Bandung, Wasdi Permana, saat dihubungi wartawan, Kamis (26/3/2020).

Dikatakan Wasdi, terobosan tersebut dilakukan untuk mencegah penularan virus Corona atau Covid-19. Hal ini juga dilakukan sebagai langkah menerapkan kebijakan jaga jarak atau social/physical distancing termasuk mengacu pada asas keselamatan rakyat, sebagaimana Surat Edaran MA (SEMA) Nomor 1 Tahun 2020 tertanggal 23 Maret 2020.

Lebih lanjut Wasdi menambahkan, sidang vicon untuk perkara pidana umum pada hari ini berjumlah 3 perkara. Satu perkara dengan ketua Majelis Hakim Wasdi Permana yang beragendakan tuntutan, satu perkara dengan Ketua Majelis Hakim Rifandaru E. Setiawan dengan agenda pemeriksaan terdakwa dan satu perkara lainnya Majelis Hakim diketuai Toga Napitupulu, dengan agenda tuntutan.

"Ini untuk pertama kali digelar Pengadilan Negeri Bandung bersama Kejaksaan Tinggi Jabar, Kejaksaan Negeri Bandung dan Rutan Kebonwaru Bandung," ungkap Wasdi.

Wasdi dalam kesempatan itu menyatakan, sidang eletronik merupakan terobosan lembaga peradilan yang telah dikembangkan oleh Mahkamah Agung (MA). Sidang vicon tersebut, tambah Wasdi, dilaksanakan khusus bagi terdakwa yang hampir habis masa penahanannya.

"Jadi khusus untuk mereka yang mepet waktunya, hampir habis masa penahanannya dan tidak bisa diperpanjang lagi ke PT (Pengadilan Tinggi)," pungkas Wasdi.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA