Bawa 168 kg Ganja, Pemuda Asal Bogor Divonis 20 Tahun Penjara

Meja Hijau

Selasa, 21 Januari 2020 | 19:16 WIB

200121191646-bawa-.jpeg

Lucky M. Lukman

SEORANG pemuda asal Parung, Kabupaten Bogor, Indaw Darussalam divonis 20 tahun penjara. Ia dinyatakan terbukti bersalah karena kedapatan membawa ganja seberat lebih dari 168 kilogram.

Hal itu terungkap dalam sidang putusan kasus dugaan penyelundupan ganja di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jln. L.L.R.E Martadinata, Selasa (21/1/2020). Vonis yang diterima Indaw lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni hukuman mati. 

Majelis Hakim yang dipimpin M. Razad menyatakan terdakwa terbukti melanggar pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sebagaimana dakwaan pertama.

Dalam amar putusannya, hakim M. Razad menyatakan terdakwa terbukti bersalah, tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan atau menerima Narkotika Golongan 1 dalam bentuk tanaman yang beratnya melebihi 1 kilogram atau melebihi lima batang pohon.

"Mengadili, menyatakan terdakwa bersalah. Menjatuhkan pidana hukuman selama 20 tahun penjara," katanya.

Dalam uraiannya, hakim M. Razad menyebutkan, kasus ini terungkap saat BNNP Jabar menerima informasi jika terdakwa akan menerima atau mengambil kiriman Narkotika di Sawangan Depok. Kemudian didapat informasi terdakwa akan pergi ke Depok dengan mobil sewaan pada Minggu 30 Juni 2019.

"Saat tiba di Jalan Sawangan, mobil yang ditumpangi terdakwa terkena macet dan langsung dilakukan penggerebekan oleh tim BNNP Jabar," terang hakim.

Setelah dilakukan penggeledahan, lanjutnya, ditemukan lima dus berisi 76 bungkus ganja kering di bagian belakang mobil. Terdakwa mengaku jika ganja tersebut didapatkan Hafed Hasab (DPO) atas perintah dari Kubil Alias Kubal (DPO) dan dijanjikan Rp 100 ribu per kilogramnya jika berhasil mengantarkan ganja tersebut. 

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA