Eksepsi Luke Ditolak, Persidangan Perkara Pemalsuan Akta Otentik Dilanjutkan

Meja Hijau

Selasa, 14 Januari 2020 | 16:27 WIB

200114162111-eksep.jpg

Lucky M. Lukman

MAJELIS Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung menolak eksepsi yang diajukan oleh Rachmat Surya Puluhulawa alias Luke, terdakwa dalam perkara dugaan pemalsuan akta otentik. Dalil-dalil yang disampaikan terdakwa dalam eksepsinya dinilai sudah masuk kedalam pokok perkara.

 

Hal itu terungkap dalam sidang yang digelar di PN Bandung, Jln. L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Selasa (14/1/2020). Ketua Majelis Hakim, Edison M memutus persidangan perkara dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan pokok perkara.

"Menolak eksepsi terdakwa seluruhnya dan memerintahkan Jaksa Penuntut Umum melanjutkan persidangan dengan pemeriksaan saksi-saksi," tutur Hakim Edison.

Dalam perkara ini, Luke didakwa telah melakukan perbuatan melanggar hukum berupa menyuruh dan memasukan keterangan palsu di akta otentik. Ia didakwa melanggar tiga pasal sekaligus dan terancam hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Berdasarkan dakwaan JPU, Luke dinilai telah melakukan perbuatan menyuruh memasukan keterangan palsu ke akta otentik (akta waris). Padahal terdakwa mengetahui kalau keterangan yang ditulisnya dalam akta ahli waris itu tidak benar.

Perbuatan yang dilakukan terdakwa berawal pada Mei 2010, saat menyuruh Ketua RT 02/02 Kelurahan Cidadap memasukan dirinya ke daftar ahli waris setelah ayahnya, Willy Suganda meninggal. Kemudian, setelah seluruh persyaratan selesai dan telah ditandatangani Camat Cidadap, diketahui jika keterangan yang dimasukan terdakwa tidak benar.

Pasalnya, masih ada tiga ahli waris lainnya dari keturunan almarhum Willy Suganda, yakni Dian Novina (istri), Muhammad Amir Zafran Suganda, serta Ayesha Zahira Ramadhani Suganda sebagaimana keputusan dari PA Bandung Bandung nomor 189/PdtP/2012IPA Bdg tanggal 12 April2012.

Dengan adanya surat yang dipalsukan tersebut, maka terbitlah surat keterangan ahli waris dari Kecamatan Cidadap yang isinya sesuai dengan permohonan terdakwa. JPU dalam dakwaannya menyatakan, maksud terdakwa memalsukan surat ahli waris itu tidak lain untuk memiliki semua harta peninggalan ayahnya.

Harta tersebut berupa lima Sertifikat Hak Milik (SHM) atas tanah yang terletak di Desa Mekarwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kemudian lima sertifikat tersebut dibalik namakan atas nama terdakwa, dan akibatnya saksi Dian Novina dan dua anaknya merasa dirugikan.

Akibat perbuatannya itu, terdakwa dijerat pasal 266 ayat (1)KUHPidana sebagaimana dakwaan kesatu, atau pasal 266 ayat (2) sebagaimana dakwaan kedua, atau pasal 263 ayat (1) KUHPidana sebagaimana dakwaan ketiga.

Persidangan perkara ini akan dilanjutkan pada Kamis (16/1/2020) dengan agenda pemeriksaan saksi.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA