Merasa Teraniaya, Eks Bupati Cirebon Ajukan PK dan Surati Jokowi

Meja Hijau

Senin, 16 Desember 2019 | 11:58 WIB

191216115742-meras.jpg

Sunjaya Purwadisastra

MANTAN Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra yang juga terpidana kasus korupsi, mengajukan Peninjauan Kembali (PK). Langkah itu ia ambil karena merasa teraniaya dan menilai penangkapannya oleh KPK syarat akan muatan politik.

Hal tersebut disampaikan Sunjaya usai menjalani sidang PK di Pengadilan Tipikor Bandung, Jln. L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Senin (16/12/2019). Sidang PK yang dipimpin Sudira mengagendakan jawaban jaksa atas PK Sunjaya. Sidang pun ditunda hingga 30 Desember 2019 dengan agenda pembuktian. 

"Intinya saya ajukan PK untuk membuktikan ke masyarakat Cirebon bahwa saya tidak bersalah, saya tidak korupsi," tegas Sunjaya.

Dijelaskan Sunjaya, pada PK-nya ini ia mengajukan bukti baru (novum). Yaitu beberapa keterangan saksi yang menyebutkan jika mantan ajudannya, Deni Saprudin sering meminta uang dan mengatasnamakan bupati.

Sunjaya mengungkapkan, secara fakta, KPK sebenarnya melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Deni Saprudin. Saat itu barang bukti yang diamankan KPK dari tangan Deni adalah yang tunai sekitar Rp 116 juta. Akan tetapi, ujar Sunjaya, hingga kini Deni Saprudin tidak juga dijadikan tersangka.

"Yang ditangkap ajudan, uang (ada) di ajudan. Tapi didak jadi tersangka. Seharusnya yang di OTT dijadikan tersangka, bukan pengembangan dulu," tuturnya.

Atas dasar itulah Sunjaya kemudian mengajukan PK. Dia merasa dizalimi. Itulah mengapa dirinya menolak saat akan ditangkap dan dibawa oleh KPK. 

"Saya merasa dizalimi. Yang ditangkap (OTT) bukan saya. Kenapa yang diblowup KPK saya yang di OTT," tegasnya. 

Selain mengajukan PK, Sunjaya juga mengaku sudah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo. Menurutnya, apa yang terjadi atas dirinya diduga kuat ada indikasi lawan politik. Terlebih dirinya sebagai tim pemenangan Jokowi dan kembali terpilih sebagai Bupati Cirebon.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA