Jadi Kurir 20 Kg Sabu, Asep Divonis 19,5 Tahun Penjara

Meja Hijau

Kamis, 12 Desember 2019 | 16:53 WIB

191212165229-jadi-.jpg

Lucky M. Lukman

Terdakwa Asep Saepul Anwar saat menjalani sidang vonis di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis (12/12/2019).

ASEP Saepul Anwar alias Agedz terpaksa harus menghabiskan waktu hidupnya didalam penjara. Ia dijatuhi hukuman selama 19,5 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah telah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkoba.

Asep diketahui menjadi kurir sabu seberat 20 kilogram atau senilai Rp 20 miliar. Selain hukuman badan, Asep juga dijatuhi denda sebesar Rp 1 miliar subsidair kurungan 6 bulan. Vonis lebih tinggi dari tuntutan JPU Kejati Jabar 1,5 tahun.

Dalam amar putusannya, Ketua Majelis Daryanto menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana menerima, menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya lebih dari 5 gram atau seberat 20 kilogram, sebagaimana Pasal 114 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika sebagaimana  dakwaan primair.

"Mengadili, menjatuhkan pidana penjara selama 19 tahun dan enam bulan, dikurangi masa tahanan. Terdakwa juga diharuskan membayar denda Rp 1 miliar atau diganti kurungan selama enam bulan," tutur hakim pada sidang di Pengadilan Negeri Bandung, Jln. L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Kamis (12/12/2019).

Sebelum membacakan putusannya, majelis juga menyebutkan hal yang memberatkan dan meringankan. Yang memberatkan perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah yang gencar memberantas narkotika, jadi kurir narkoba, pernah dihukum, jumlah narkotika golonga  1 sangat banyak seberat 20 kilogram, dan dapat merusak dan menghancurkan generasi bangsa.

"Yang meringankan terdakwa tidak berbelit-belit, sopan, dan mengaku sebagai tulang punggung keluarga," kata hakim.

Atas putusan tersebut, terdakwa Asep maupun kuasa hukumnya menyatakan menerima. Begitu juga JPU Kejati Jabar, Angga Insana Husri menyatakan hal yang sama.

Seperti diketahui, terdakwa ditangkap oleh tim gabungan BNNP Jabar saat tengah melakukan pengiriman sabu dari Taiwan. Saat itu pergerakan terdakwa dan timnya sudah dipantau dari mulai Sukabumi menuju Dumai.

Asep diperintahkan oleh J (Napi Lapas Surabaya) untuk mengambil sabu tersebt. Setelah sabu diambil, kemudian oleh terdakwa dibawa ke Pekanbaru melalui Palembang hingga akhirnya balik lagi ke Sukabumi.

Terdakwa dan komplotannya tertangkap pada 9 Februari 2019 di Sukabumi. Sabu tersebut diiangkut dengan dimasukkan ke dalam tas lalu dibawa dengan mobil. Barang haram itu dibungkus dengan mennggunakan bungkus teh Cina warna kuning emas berlogo bintang lima. Sabu dari Taiwan via Aceh ini rencananya bakal diedarkan di Jabar dan DKI Jakarta.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA