Terbukti Pakai Ganja, Bassist Boomerang Divonis 16 Bulan Penjara

Meja Hijau

Kamis, 14 November 2019 | 21:38 WIB

191114213140-terbu.jpg

medcom.id

Hubert Henry


MAJELIS Hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis satu tahun empat bulan penjara terhadap terdakwa Hubert Henry, pemain bas grup musik Boomerang. Hal itu terungkap dalam sidang di PN Surabaya, Jawa Timur, Kamis (14/11/2019).

Hakim menyatakan terdakwa Henry terbukti secara sah dan meyakinkan menyalahgunakan narkotika golongan satu jenis tanaman, yakni ganja. Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 127 Ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Surabaya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun. Atas vonis tersebut, baik pihak jaksa maupun terdakwa sama-sama menyatakan pikir-pikir.

Usai persidangan, Henry mengaku legowo dengan vonis hakim tersebut. Setelah kelar perkara, dia mengaku tetap semangat untuk berkarya di dunia musik. "Hukuman ini sangat objektif, saya berterima kasih dengan vonis ini. Ya, biasalah karena saya seniman saya tetap berkarya," tuturnya seperti dilansir vivanews.

Sementara penasihat hukumnya, Robert Mantinia menyebut akan menggunakan waktu tujuh hari untuk berpikir-pikir apakah menerima atau mengajukan upaya banding atas vonis tersebut.

Seperti diketahui, Henry berurusan dengan hukum setelah ketahuan membeli dua paket narkotika jenis ganja kepada terdakwa Micahel Amos (berkas terpisah) dengan harga Rp 400 ribu pertengahan 2019 lalu. Setelah itu, narkotika jenis ganja itu diserahkan oleh Michael Amos ke rumah terdakwa.

Namun, keesokan harinya petugas kepolisian dari Polrestabes Surabaya menangkap terdakwa saat tidur di rumahnya. Barang bukti dua paket ganja dengan berat kotor 6,70 gram beserta satu kertas yang ditemukan di atas genteng rumah Henry. Saat di penyidikan, dia mengaku ganja itu dipakai sebagai terapi kesehatan.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA