SB Pato United Ajarkan Akhlak dan Sportif di Lapangan

Maung Ngora

Senin, 18 November 2019 | 20:47 WIB

191118204906-sb-pa.jpg

istimewa


DALAM melakukan pembinaan khusunya kepada pemain usia dini. Sekolah Sepak Bola (SSB) PATO United bentuk para pemainnya agar memiliki akhlak serta sikap yang sportif dilapangan.

Menurut Kepala SSB Pato United, Bambang Triana, jenjang SSB merupakan masa pembentukan, seorang pemain (sepak bola) tidak harus dituntut untuk menjadi juara, meskipun SSB PATO United memiliki visi untuk memajukan persepak bolaan nasional.

"Kami membina siswa tidak hanya tentang teknik sepak bola saja, tapi juga mengajarkan nilai-nilai yang terkandung di dalam sepak bola. Mulai dari sportif, kedisiplinan, sopan santun dan saling menghargai," katanya saat dijumpai di Lapangan Pusdikter, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin (18/11/2019)

Ia berharap, dengan menerapkan nilai-nilai tersebut, para siswa tidak hanya akan menjadi pemain yang handal di 'Lapangan Hijau', tapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih, tidak ada yang bisa menjamin, bahwa siswa akan mempertahankan cita-citanya sebagai pemain professional.

"Kalau dibandingkan, dari seribu pemain (siswa SSB) hanya satu atau dua yang akan tetap konsisten menekuni bidang sepak bola sebagai cita-citanya ke depan. Maka dari itu saya berharap, dari proses pembinaan inilah seorang siswa bisa memiliki bekal untuk membanggakan kedua orangtuanya melalui prinsip-prinsip sepak bola," tegasnya.

Sebagai SSB yang mengikuti perkembangan sepak bola Indonesia, SSB PATO United diakui tetap memberikan kurikulum wajib, seperti teknik dasar hingga pemberian materi Filosofi Sepak Bola Indonesia (Filenesia).

"Misi kami tetap, adalah membina anak usia dini mulai dari 7 tahun sampai 17 tahun dengan kurikulum Filenesia, dan itu adalah pola dasar yang diterapkan serta harus dipahami, karena Filenesia pun sangat mengedepankan perkembangan dari seorang pemain usia dini bukan untuk menjadi juara kompetisi saja, tetapi juara dalam segala hal yang positif terutama di sepak bola," katanya.

Membahas mengenai program latihan, SSB PATO rutin menggelar latihan 2-3 kali dalam seminggu. Dalam tiga kali latihan tersebut salah satunya dilengkapi dengan proses uji tanding baik internal maupun bersama SSB lain.

"Kita selalu melakukan kerjasama dan menjalin silaturahmi bersama SSB lain, misal dengan melakukan latihan bersama. Salah satunya dengan SSB Patriot. Disini lah para pemain mengimplementasikan hasil latihan yang nantinya kita tuangkan di hasil raport rutin selama 2-3 bulan sekali," katanya.

Sebagai tambahan nama, SSB Pato United diambil dari salah satu pemain Brazil yang merupakan mantan Pemain AC Milan yakni Alexander Pato. Ia berharap dengan menyandang nama pemain tersebut karir para siswanya bisa segemilang Pato.

"Saya ambil nama Pato karena dia merupakan salah satu contoh dari proses pembinaan. Sejak kecil dia dibina oleh AC Milan sampai menjadi pemain top dunia. Mudah-mudahan pembinaan ini bisa membawa karir pemain serta SSB menjadi lebih berkembang kedepan," pungkasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA