Skema Bansos Covid-19 Pemprov Jabar Rugikan Usaha Kecil

Kabar DPRD Jabar

Sabtu, 25 April 2020 | 11:36 WIB

200425113605-skema.jpg

ist

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Edi Rusyandi

BANTUAN jaring pengaman sosial (JPS) sebesar Rp 500.000 yang diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bagi masyarakat yang terdampak Covid-19, sebaiknya diberikan dalam bentuk tunai. Demikian disampaikan Edi Rusyandi, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.

Saat ini bantuan yang diberikan Pemprov Jawa Barat tidak sepenuhnya berbentuk uang, melainkan juga berupa pangan atau sembako. Sebesar Rp 350.000 dalam bentuk natura dan Rp 150.000 berupa uang cash atau tunai.

"Skema model bantuan gubernur tersebut dapat merugikan ekonomi rakyat kecil, terutama masyarakat pedesaan," ujar legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Bandung Barat (KBB) ini kepada galamedianews.com, Sabtu (25/4/2020).

Edi menyarankan, lebih baik bantuan diberikan dalam bentuk tunai semua. "Supaya warung-warung kecil rakyat di pedesaan tetap hidup. Pola begini hanya menguntungkan pengusaha besar, supplier barang ke pemprov, sementara ekonomi rakyat bisa mati. Atau jika nontunai, berdayakan saja dari lokal desa masing-masing," katanya.

Skema bantuan yang diusulkannya, lanjutnya, setelah bertemu dengan para pedagang dan pemilik warung-warung kecil. "Rata-rata mengalami penurunan lebih dari 50 persen sebagai dampak dari Covid-19 ini," ujarnya.

Pemerintah, lanjutnya, harus menjamin mata rantai pasokan pangan kepada masyarakat dan pada saat yang sama juga menghidupkan ekonomi masyarakat bawah. Jangan justru sebaliknya, mematikan usaha kecil masyarakat seperti warung-warung kecil. Selain itu dengan pola bantuan tunai semua, biaya distribusi juga lebih murah.

"Kalau menggunakan skema yang sekarang diterapkan pemprov, maka beras tengkulak laku, sementara beras di warung kecil busuk. Barang-barang yang dikirimkan pemprov itu kan semua ada di masyarakat. Biayanya lebih murah dan ada efek ekonomi bagi masyarakat," katanya.

Edi berharap bantuan sosial dari Pemprov Jawa Barat selain dapat membantu masyarakat yang terdampak wabah Covid-19, namun juga tetap menjaga roda ekonomi masyarakat di bawah.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA