Daddy, "Tambah Dana Penanggulangan Wabah Corona, Kurangi Anggaran Infrastruktur"

Kabar DPRD Jabar

Senin, 23 Maret 2020 | 06:20 WIB

200323062214-daddy.jpg

PRESIDEN  Joko Widodo (Jokowi) berencana merombak APBN. Ia juga memerintahkan kepada seluruh kepala daerah agar melakukan perombakan APBD provinsi dan APBD kabupaten/kota.

Terkait hal itu, anggota DPRD Provisi Jawa Barat, Daddy Rohanady mengusulkan revisi terbatas pada APBD Provinsi Jabar. Ia mengusulkan pengurangan secara khusus anggaran penanganan situ yang mencapai Rp 396 miliar pada APBD Murni 2020.

"Anggaran sebesar itu dialokasikan untuk memperbaiki situ-situ dan penataan taman di tepi Kalimalang. Itu dilakukan dengan asumsi akan menambah wisatawan ke Jabar," ungkap Daddy kepada galamedianews,  Minggu (22/3/2020).

Penataan objek daya tarik wisata (ODTW) memang sangat bermanfaat guna menarik wisatawan. Namun perlu dipertimbangkan, sejauh mana manfaatnya dalam situasi di mana wabah corona merajalela.

"Seperti kita ketahui, hari-hari belakangan ini berita tentang virus corona (covid-19) seolah tiada henti. Berbagai media cetak maupun online selalu memberitakan virus corona. Bahkan, media elektronik sejak mulai siaran hingga tutupnya secara terus-menerus memberitakan virus yang bermula dari Wuhan, China tersebut," katanya.

Daddy mempertanyakan, apakah alokasi anggaran untuk penataan ODTW masih relevan di tengah kondisi seperti ini. "Bagaimana mungkin kita masih berharap ada peningkatan jumlah wisatawan datang ke Jabar? Wisatawan lokal saja tak diizinkan, apalagi dari luar daerah dan luar negeri?" tegas Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra tersebut.

Anggaran dalam APBD Jabar untuk tahun anggaran 2020 memang belum sepenuhnya berjalan. Namun yang pasti, di dalam APBD Murni 2020 hanya ada Rp 25 miliar untuk dana on call. Padahal, Jabar ditimpa bencana banjir dan longsor parah sejak awal tahun ini.

Jadi bisa dipastikan anggaran penanggulangan bencana tersebut tidak akan mampu membendung merebaknya Covid-19 di Jabar. "Maka tidak aneh kalau lantas banyak pihak mempertanyakan langkah-langkah yang ditempuh Pemprov Jabar dalam upaya pencegahan tersebut," katanya.

Dana on call yang hanya Rp 25 miliar, lanjutnya, pasti tidak akan cukup untuk membendung merebaknya Covid-19. "Tidak aneh kalau kemudian Jabar menjadi zona merah. Ini butuh penanganan segera," ujar wakil rakyat asal dapil Cirebon-Indramayu tersebut.

Mengingat kondisi tersebut, Daddy mengusulkan supaya Gubernur Ridwan Kamil dan Badan Anggaran menyepakati pergeseran anggaran tersebut. "Ini demi kemaslahatan masyarakat Jawa Barat," pungkas Daddy.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA