Sabandung Bagikan 32.000 Paket Nasi Dus Setiap Pekan

Kabar Balai Kota Bandung

Jumat, 8 Mei 2020 | 18:46 WIB

200508184800-saban.jpg

Yeni Siti Apriani

SEKITAR 30.200 dus nasi dibagikan pada warga miskin dan terdampak Covid-19 di Kota Bandung. Nasi ini merupakan hasil dari Sabandung (Sangu Bancakan Urang Bandung) yang diluncurkan di Kelurahan Babakan Ciparay, Jalan Caringin, Jumat (8/5/2020).

Peluncuran dilaksanakan oleh Wali Kota Bandung Oded M. Danial beserta Ketua TP PKK Kota Bandung Siti Muntamah didampingi Sekda Kota Bandung Ema Sumarna dan Kabag Pemerintahan Umum Pagat Risjanuar Passa.

Oded mengatakan, warga miskin kategori DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial) dan non DTKS di Kota Bandung sebanyak 137.000 KK (kepala keluarga). Atau sekitar 11 hingga 12 persen dari keseluruhan jumlah KK di Kota Bandung. Jika dilihat dari prosentase tersebut, maka masih banyak warga yang bisa membantu warga lainnya.

"Oleh karena itu, setelah launching ini saya mengetuk seluruh warga Bandung yang tidak terdaftar dalam kategori 11 persen ini baik pengusaha maupun warga yang punya nilai lebih mari kita berbagi dan saling tolong menolong," ujar Oded.

Salah satunya, kata Oded, bisa melalui gerakan Sabandung. Gerakan ini bisa menumbuhkan sikap saling membantu antar warga. Melalui gerakan ini, warga bisa berbagi nasi dus atau bungkus.

Untuk gerakan Sabandung, kata Oded, tidak berupa pembuatan dapur umum. Karena berdasarkan laporan, trrdapat kasus saat dibuat dapur umum  warga menyerbu tempat itu. "Kalau seperti physical distancing terganggu. Tapi ini dikelola dari rumah-rumah melalui usaja Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), dengan begitu bisa lebih menimalisir kerumunan orang," ungkapnya.

Sedangkan Ketua TP PKK Kota Bandung Siti Muntamah mengatakan, dapur umum Sabandung berbasisi keluraga agar tidak terjadi kerumuman orang. Karena saat ini di Kota Bandung tengaj dilaksnakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Karena ketika spanduk dapur umum dipasang, warga datang dan itu belum tentu warga sekitar," ungkapnya.

Sehingga, kata Umi, sapaan Siti Muntamah, Sabandumg dikelola UP2K yang menjadikan kader PKK RW dan pengurus RW menjadi leading sektornya. Para kader akan menyiapkan paket makanan yang bergizi lengkap seperti karbohidrat, sayutan dan protein. Setelah itu, didistribusikan kepada keluarga-keluarga miskin yang sangat membutuhkan karena terdampak Covid-19 secara ekonomi.

"Dibagikan kepada siapa saja? kepada warga yang sangat memvutuhkan, warga yang ada di kos-kosan atau juga nomaden," tuturnya.

Tiap kepala keluarga, ungkap Umi, kalau memiliki 3 anggota keluarga maka hanya satu dus. Kalau terdiri dari 5 orang, sebanyak 2 dus dan apabila terdapat 7 orang maka akan diberi 3 dus nasi. " Sabandung ini dilaunching untuk menumbuhkan rasa dan semangat warga Bandung untuk saling berbagi dan saling membantu," tetangnya.

Sementara itu, Kabag Pemerintahan Umum, Pagat Risjanuar Passa mengatakan tiap kelurahan menyediakan 200 dus nasi atau lebih. Untuk Kelurahan Babakan Ciparay terdapat 400 dus, sehingga total se-Kota Bandung terdapat 30.200 hingga 40000 dus nasi.

"Per kelurahan 200 bungkus. Dalam satu minggu akan dibagikan satu kali lewat program Sabandung ini. Anggarannya untuk satu pack atau dus maksimal Rp 20.000," ungkap Pagat.

Pembiayaan Sabandung ini, lanjutnya, merupakan realokasi dari dana PIPPK (Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan) sebesar 50 persen. Bisa pula dana dari pihak ketiga atau swadaya masyarakat. Sasaran dari Sabandung adalah warga miskin atau warga terdampak Covid-19, warga nomaden, warga yang sedang dikarantina seperti ODP atau PDP sehingga bisa membantu asupan makanan m3r3ka.

"Pendistribusiannya minimalnya 200 bungkus satu kali dalam satu minggu, kalau ada kelurahan yang punya lebih bisa tiap hari. Seperti di Kecamatan Bandung Wetan rencananya akan tiap hari, karena kelurahannya sedikit dan ada bantuan pula cukup banyak," terangnya.

Untuk proses memasak atau membuat makanannya, kata Pagat, diserahkan pada masing-masing kelurahan dan kecamatan. Namun yang pasti dikoordinasikan oleh PKK. "Mungkin di wilayahnya ada potensi rumah makan atau dikelola warga melalui UP2K, ada juga yang kerja sama dengan hotek," tuturnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA