Peduli Sosial SENA untuk Para Seniman dan Budayawan Terdampak Covid-19

Hiburan

Sabtu, 23 Mei 2020 | 18:32 WIB

200530130646-pedul.jpg

Eddie Karsito

R.Ay. Dr. Dominica Diniafiat, ST.MM, menyerahkan bantuan secara simbolik kepada sutradara panggung, Irwan Riyadi, diapit dua pendiri Yayasan swargaloka, Suryandoro dan Dewi Sulastri. Acara berlangsung di Sanggar Swargaloka Jakarta, Kamis Kamis (21/05/2020).

Cinta kasih dapat membuka kebahagiaan bagi orang lain. Ketika kita berani membagikan, ternyata cinta tak habis dibagi. Justru cinta tumbuh subur dalam hidup nyata. Cinta yang tulus berbuah suka cita dan damai.

“Berbagi memberi kita inspirasi untuk mengalirkan cinta. Kebaikan bertumbuh (produktif) dan saling melengkapi dalam spirit kebersamaan, bergotong-royong,” ujar R.Ay. Dr. Dominica Diniafiat, ST.MM, kepada galamedianews.com, saat menyerahkan bantuan kepada para seniman dan budayawan, di Sanggar Swargaloka, Jakarta, Kamis (21/05/2020).

Kebersamaan dan gotong-royong, kata Dewan Penyantun Sanggar Swargaloka ini, sudah menjadi ciri dari kearifan kokal bangsa Indonesia. Gotong-royong menunjukkan kohesi sosial dalam solidaritas sosial dan interaksi sosial.
 
“Solidaritas, gotong royong dan saling dukung bagian yang sangat melekat pada sifat manusia. Gotong royong tidak hanya bersifat aktifitas fisik, namun lebih pada solidaritas manusiawi,” ujar Direktur Keuangan dan Administrasi PT Solusi Energy Nusantara (SENA) yang bergerak di bidang konsultan dan engineering migas ini.

Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) SENA yang dipimpinnya, Dominica membagikan 1000 paket sembako untuk membantu masyarakat yang benar-benar terkena dampak pandemi Covid-19.

“Penyaluran bantuan sosial ini kami laksanakan di beberapa tempat yang diterima secara perwakilan. Kita harus ikut himbauan Pemerintah untuk melakukan physical distancing karena diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Salah satu titik focus bantuan yang diberikan adalah untuk para seniman, dan budayawan di Sanggar Swargaloka, yang juga terimbas dampak pandemi Covid-19,” ujar perempuan yang akrab disapa bunda Ajeng ini.

Pandemi Covid-19, papar Ajeng, menjadi ancaman semua orang yang terkena dampak tanpa melihat strata, suku, agama, kaya atau miskin, ataupun golongan.Oleh karena itu, saatnya bagi masyarakat Indonesia kembali menyadari nilai-nilai gotong-royong sebagai sebuah nilai luhur yang diwariskan para pemimpin bangsa.

“Dengan gotong royong kehidupan sosial diharapkan segera pulih dengan cepat. Kondisi sekarang kebutuhan pokok sangat diperlukan. Banyak orang tidak kerja karena covid 19. Kita tidak tahu sampai kapan pandemi ini berlangsung. Dengan gotong royong setidaknya kita membantu masyarakat yang terdampak,” ujarnya lebih lanjut.

Hadir pada kesempatan acara tersebut, Pendiri Yayasan Swargaloka, Suryandoro, master tari dunia, Dewi Sulastri, sutradara dan penulis cerita panggung, Irwan Riyadi, Penari dan Penata Rias dan Busana, Yani Wulandari, aktor dan penata tari Bathara Saverigadi Dewandoro, serta para seniman dan budayawan lainnya.

Pendiri Yayasan Swargaloka, Suryandoro, pada kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih, atas atensi dan bantuan sejumlah pihak. Khususnya bantuan dari program sosial PT Solusi Energy Nusantara (SENA), yang dalam hal ini diwakili, R.Ay. Dr. Dominica Diniafiat, ST.MM, yang juga merupakan salah satu Dewan Penyantun Yayasan Swargaloka.

“Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang mempercayai adanya Tuhan Yang Maha Esa, dapat menghubungkan tradisi agama yang diyakini dengan realitas kekinian yang sedang dihadapi. Iman dan takwa harus hadir dalam bentuk tindakan nyata, yaitu tolong menolong. Keluarga Besar Sanggar Swargaloka mengucapkan terima kasih atas segala bentuk perhatian dan bantuannya. Mari nyatakan segala keinginan dan harapan hanya kepada Allah dalam doa dan ucapan syukur,” tutur Suryandoro.

Editor: boedi azwar

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA