Film Mistis dan Mitos "Lantai 4" Memasuki Tahap Produksi

Hiburan

Jumat, 14 Februari 2020 | 16:15 WIB

200214162130-film-.jpg

Eddie Karsito

Ketertarikan pada hal mistis merupakan kecenderungan alami. Dalam batas-batas tertentu manusia mempersonifikasikan berbagai kejanggalan yang tak terjangkau oleh akal (matafisika).

Cerita mistis atau metafisika inilah yang selalu menjadi sumber inspirasi bagi kreator film. Salah satu film yang mengolah cerita mistis ini adalah film ”Lantai 4” produksi PT. Kreasi Jingga.

“Mistis di Indonesia sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu. Tidak bisa hilang walau masyarakat makin rasional. Orang masih percaya di satu sisi karena ada sensasinya. Kemudian di sisi lain jelas bersifat hiburan,” ujar Line Produser Produksi Film ”Lantai 4,” Toto Soegriwo, saat syukuran dimulainya syuting film ini, di Gedung PPHUI, Jakarta, Rabu (12/02/2020) di Jakarta.

Cerita-cerita mistis, mitos, klenik dan hal-hal lain yang bersifat tahayul disebut Toto, tak lepas dari peran media digital yang membuat penyebarannya jadi lebih luas dan mudah. Terlebih, masyarakat modern kini memiliki ketergantungan pada teknologi.

“Di sisi lain, dengan sensasi yang ditimbulkan buat manusia kian penasaran. Itu sifat manusia selalu penasaran. Ingin tahu, dan itu dibarengi dengan takut, senang atau sebuah kepuasan tersendiri,” kata Toto menjelaskan konten sensasi film yang akan dibuatnya.

Syukuran dimulainya syuting film ini, bersamaan dengan acara Press Conference. Dihadiri Produser/Sutradara, FX Purnomo, Penulis Skenario/Sutradara, Wahyu Nugroho, serta para pemain, antara lain, Yuki Kato, Ingrid Wijanarko, Ruth Marini, Budi Limbad, Aqila Nathaya, Juy Wow, dan pemain lainnya.

Film ”Lantai 4” mengisahkan misteri di balik hilangnya angka 4, yang menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa dan Jawa memiliki makna kematian. Kalau merujuk pada bahasa Jepang, empat juga berarti kesedihan. Makna-makna itulah yang kemudian menjadikan angka 4 dianggap membawa ketidak beruntungan sehingga harus ditiadakan.

Ray Dewi Kusuma, Direktur PT Kreasi Lingga, sekaligus penggagas lahirnya film ”Lantai 4” mengatakan, film ini bercerita tentang seorang gadis yang berhasil mengungkap mitos keangkeran lift 04 hingga satu per satu keluarganya tewas dengan cara tragis dan menjadi korban hantu penghuni sebuah apartemen.

“Cerita tentang makhluk dan alam gaib serta kehidupan setelah kematian tak pernah kering untuk dijadikan sumber inspirasi. Kami yakin penonton film Indonesia masih banyak yang menyukai genre ini,” papar Ray.

Sang sutradara film, FX Purnomo mengungkapkan, ide cerita film ”Lantai 4” dicetuskan oleh Wahyu Nugroho. "Mas Wahyu sebagai penulis skenario sekaligus sutradara dua untuk mendampingi saya menyutradarai film ini," kata pria yang akrab dipanggil Ipong itu.

Melalui ”Lantai 4” Ipong ingin membuat film horor penuh kejutan. Tak hanya menghadirkan sosok hantu nan mistis, tapi juga kisah misteri baru.

"Selama ini film-film horor yang menakutkan menampilkan hantu seperti pocong, genderuwo, kuntilanak, dan lain-lain. Tapi, film ini tidak menakutkan. Melainkan film horor yang penuh kejutan karena kami tidak menampakkan setan, namun lebih kepada kisah mitos ketimbang mistik," ujarnya.

Editor: boedi azwar

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA