Iron Man Jadi Dr Dolittle, Citra Robert Downey Jr sebagai Sosok Tony Stark Pupus

Hiburan

Kamis, 16 Januari 2020 | 02:06 WIB

200116020656-iron-.jpg

dolittlethemovie.com

SEJAK kemarin, 15 Januari 2020, film Dolitte secara resmi tayang di Indonesia. Berbeda dengan sebelumnya, film Dolittle kali ini diperankan oleh Robert Downey Jr., pemeran Iron Man bukan Eddie Murphy.

Dikisahkan dokter hewan terkenal asal Inggris hidup menyendiri usai kehilangan sang istri tujuh tahun sebelumnya. Dr. John Dolittle yang eksentrik hidup di balik tembok tinggi Dolittle Manor. Ia hanya ditemani hewan-hewan eksotis peliharaannya.

Hasil gambar untuk betsy dolittle

Namun, ketika sang ratu muda Victoria (Jessie Buckley) sakit parah, Dolittle yang malas terpaksa berlayar menuju petualangan epik ke sebuah pulau mitos untuk mencari obat. Petualangan ini sekaligus mendapatkan kembali kecerdasan dan keberanian. Di perjalanan, ia pun harus menghadapi musuh lama, juga bertemu makhluk-makhluk menakjubkan.

Dalam pencarian, dokter tersebut didampingi oleh seorang anak magang yang ditunjuknya sendiri (Harry Collett) dan sekelompok teman hewan. Kelompok itu termasuk seekor gorila yang mudah cemas (Rami Malek), seekor bebek yang bersemangat tetapi berpikir dirinya adalah burung (Octavia Spencer), duo burung unta sinis (Kumail Nanjiani), beruang kutub yang optimis (John Cena), serta burung beo keras kepala (Emma Thompson) yang juga menjadi penasihat paling terpercaya Dolittle.

Memang film bergenre petualangan fantasi ini merupakan versi baru dari film Dr. Dolittle yang sebelumnya dibintangi oleh Eddie Murphy. Tokoh Doctor Dolittle sendiri dibuat oleh Hugh Lofting, berdasarkan novel berjudul The Voyages of Doctor Dolittle.

Film juga didukung oleh bintang-bintang kenamaan yang ikut menjadi pengisi suara hewan-hewan milik Dolittle. Di antaranya terdapat lawan main Downey Jr di Avengers, Tom Holland, kemudian Antonio Banderas, Michael Sheen, Jim Broadbent, Marion Cotillard, Frances de la Tour, Carmen Ejogo, Ralph Fiennes, Selena Gomez, dan Craig Robinson.

Dolittle diarahkan oleh sutradara pemenang Oscar, Stephen Gaghan lewat sebuah skenario yang ditulis Gaghan bersama Dan Gregor dan Doug Mand, serta cerita oleh Thomas Shepherd.

Seindah dongeng

Dolittle versi tahun 2020 ini memang seindah dongeng. Ini dimulai dengan animasi dua dimensi yang mengisahkan mengapa Dolittle punya rumah seluas puri berikut hutan berukuran mini yang menjadi habitat satwa langka. Animasi menggerakkan kisah pertemuan Dolittle, Lily, dan Ratu Victoria.

Hasil gambar untuk dolittle artistic

Berakhir dengan kapal Lily karam, kisah Dolittle menjelma menjadi live-action. Dua konsep visual ini memiliki kelemahan dan kelebihan. Kelebihannya, memungkinkan penonton segala umur termasuk anak-anak merasakan dua sensasi bercerita. Kelebihannya, kehilangan yang dirasakan Dolittle terasa kurang gamblang dan dramatis.

Padahal, momen kehilangan titik balik pertama yang mengubah kehidupan sang tokoh utama yang cerah menjadi mendung. Titik balik kedua, tentu kehadiran Tommy Stubbin dan Lady Rose.

Kedua belia ini menjadi oase di tengah kehidupan Dolittle yang monoton. Romantika keduanya mewakili senandung masa puber. Beruntung, tim penulis naskah tak membiarkan film ini terjerembab pada kisah cinta monyet.

Fokusnya tetap ke Dolittle menemukan kembali “matahari”-nya, dengan bantuan para satwa dan dua remaja tanggung ini. Dolittle berproses. Kedua remaja ini pun bukan pemanis buatan. Lady Rose berjibaku dengan kepercayaan Sang Ratu di tengah intrik politik kerajaan. Tommy mati-matian membuktikan diri lewat pencarian jati diri.

Cerita utama yang ditopang dua pilar kecil ini mengantar kita ke petualangan yang asyik sekaligus klasik. Ada satu-dua tokoh pendukung yang hadir. Fungsinya mewarnai cerita dan menerangi latar tokoh utama.

Daya tarik lain, tentu satwa-satwa di seputar Dolittle dengan polahnya yang kocak. Mereka tampil dengan bahasa binatang hingga Inggris. Suara mereka diisi sejumlah bintang papan atas termasuk para peraih Oscar. Bukan hanya sumbang suara. Mereka membuat satwa-satwa ini hidup, believable, dan membangkitkan imajinasi penonton.

Bebek gila Dab-dab dihidupkan Octavia Spencer. Suara si rubah Tutu diisi Marion Cotillard. Rami Malek menjelma menjadi gorila Chee-chee. Ada pula tupai narsistik yang sok jadi penyintas, Kevin (Graig Robinson). Satwa lain yang tidak kalah gokil, yakni Jip (Tom Holland), Barry (Ralph Fiennes), dan si Jerapah Betsy (Selena Gomez).

Gambar terkait

Setiap satwa punya andil. Tidak sekadar bikin heboh alias jadi penggembira. Di sinilah letak kegeniusan Stephen, Dan, dan Doug dalam merangkai kisah hangat soal cinta, persahabatan, dan kepercayaan. Sayang, mendekati akhir Stephen Gaghan tampak buru-buru. Penyelesaian konflik terkesan ngebut dan instan.

Di luar plus minusnya, pujian patut diberikan kepada penata kostum, artistik, dan departemen efek visual yang membuat para satwa tampak punya cinta. Jangan lupa, performa Robert Downey Jr. di film ini sebuah langkah maju. Citranya sebagai Tony Stark tanggal sudah.

Tentu saja, ini berkat aksi reaksi yang cair antara Robert dengan pemeran Lady Rose dan Tommy Stubbins. Ya, Harry Collett membuat kita percaya di dunia yang makin egois ini masih ada cowok penuh belas kasih. Wajah aktor ini tampak tulus. Pun Carmel Laniado dengan aura ningrat di air mukanya.

Dengan kata lain, kami berterima kasih pada penata peran alias casting director. Kejeliannya dalam memilih pemain dan pengisi suara membuat Dolittle rilisan 2020 melampaui versi sebelumnya. Digarap serius, dengan hasil akhir mengesankan.

Pemain: Robert Downey Jr., Kasia Smutniak, Harry Collett, Antonio Banderas, Carmel Laniado, Jessie Buckley, Jim Broadbent, Michael Sheen, Emma Thompson

Produser: Joe Roth, Jeff Kirschenbaum, Susan Downey

Sutradara: Stephen Gaghan

Penulis: Stephen Gaghan, Dan Gregor, Doug Mand, Thomas Shepherd

Produksi: Universal Pictures

Durasi: 1 jam, 46 menit

Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA