Banyuwangi Kota Pertama Penyelenggaraan "Ghost Mania Festival – Parfi Award 2020"

Hiburan

Rabu, 15 Januari 2020 | 17:15 WIB

200115172409-banyu.jpg

istimewa

Acara ‘Ghost Mania Festival – Parfi Award 2020’ yang diselenggarakan Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) bekerjasama dengan Lembaga Bintang Cinema Production Banyuwangi (LBCPB), berlangsung meriah serta disambut antusias oleh masyarakat Banyuwangi dan kota-kota di sekitarnya.

“Kegiatan ini hanya salah satu cara saja bagaimana memberikan sarana kreatif bagi anak-anak muda milenial yang diharapkan dapat menjadi kader positif dalam rangka mengembangkan kebudayaan kita, khusunya melalui medium ekspresi film,” ujar Ketua Penyelenggara Parfi Awards 2020, Firman Nurjaya kepada wartawan di lokasi acara  ‘Ghost Mania Festival – Parfi Award 2020’ di A&R Fashion Store, Banyuwangi, Minggu (12/01/2020).

Dalam sambutannya Firman juga menyampaikan, tentang pentingnya media film sebagai sarana efektif mempromosikan budaya. Beliau juga menekankan perlunya mengenalkan dan mengajarkan nilai-nilai budaya daerah (local wisdom) kepada anak-anak muda.

 “Budaya daerah termasuk di dalamnya tradisi lokal merupakan kekayaan bangsa. Melalui Parfi Awards 2020 ini kami ingin menggali berbagai potensi daerah, serta menempatkan seni film sebagai medium ekspresinya. Film terbukti menjadi sarana ampuh mengenalkan budaya” ujar Firman.

Hadir di acara ini sekaligus membuka acara, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Choliqul Ridha, mewakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi. Hadir juga memberi sambutan, Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB), dr. Taufik Hidayat, SPAnd, Anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi, Marifatul Kamila, SH, serta seniman dan budayawan, Punjul Ismuwardoyo, S.Sn, selaku Ketua Panitia Acara.

Hadir juga Ketua LBCPB, Bambang Harjito, SE, M.Si, dan Sekretaris LBCPB, Mismi Marhamah, S.Pd, serta Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember, Dhebora Krisnowati Sumarahingsi, S.Pd., M.Pd, yang dengan antusias menyaksikan jalannya acara ‘Ghost Mania Festival – Parfi Award 2020’ hingga petang.

Punjul Ismuwardoyo, S.Sn, dalam sambutannya menyampaikan, Kabupaten Banyuwangi selain menjadi perlintasan Jawa - Bali, juga merupakan daerah pertemuan berbagai kebudayaan dari berbagai wilayah. Dari mulai budaya Jawa, Bali, Madura, Melayu, hingga Tionghoa, Eropa, dan budaya lokal lainnya, yang saling mengisi dan akhirnya menjadi tipikal yang tidak ditemui di wilayah manapun di Pulau Jawa.

“Oleh karena itu, kami menyambut baik kegiatan ‘Ghost Mania Festival – Parfi Award 2020’ sebagai sarana berekspresi, dan mengembangkan keterampilan seni berbasis budaya lokal Banyuwangi.  Maka dengan inilah kita bisa mewariskan nilai-nilai budaya kepada anak-anak kita nanti sebagai penjaga tradisi bagi bangsa Indonesia,” ujar Punjul.

Ratusan pelajar, mahasiswa, seniman, budayawan, pejabat, birokrat, dan masyarakat luas, turut menyaksikan jalannya acara ‘Ghost Mania Festival – Parfi Award 2020’ yang digelar sejak pagi hingga malam hari.

Berbagai atraksi seni budaya, dialog interaktif, workshop film, lomba, dan hiburan, ditampilkan di acara ini. Diantaranya menampilkan tari ‘Gandrung’ dan ’Jaran Goyang.’ Kesenian yang menjadi ikon budaya Banyuwangi ini dibawakan oleh para penari dari Sanggar Tari Alang-Alang Kumitir, Tegal Dlimo, Banyuwangi.

Acara ini juga menghadirkan aktris dan aktor senior Yatti Surachman dan Ozy Syahputra sebagai narasumber dalam acara dialog interaktif bertema, ‘Film Mistik dan Praktik-pratik Supranatural Dalam Perspektif Kebudayaan Tradisional Indonesia’.

Tampil juga budayawan Banyuwangi, H. Abdullah Fauzi, dan Suhaeri, M.Pd, sebagai narasumber dialog interaktif yang dipandu aktor senior, wartawan, dan juga seorang penggiat seni budaya, Eddie Karsito.

Tak kalah seru adalah kegiatan workshop seni rupa film dan lomba tata rias karakter yang diikuti ratusan pelajar dan mahasiswa. Workshop dengan tema “Artistik Film Dalam Perspektif Cerita Dongeng, Legenda, dan Mitos Budaya Indonesia” ini menghadirkan profesional tata rias karakter, Oppa Adams, sebagai tutor.

Eddie Karsito, yang juga Ketua Bidang Acara acara ‘Parfi Award 2020,’ menjelaskan bahwa kegiatan Ghost Mania Festival, adalah perayaan komunitas penggemar cerita-cerita misteri.  Ajang aksi, kreasi dan hobby; penuh energi; semangat. Menafsirkan, dan mengekspresikan berbagai bentuk makhluk gaib dalam perspektif yang berbeda, sesuai budayanya.

“Acara ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran bagi generasi muda, tentang proses pembuatan film -- yang bukan saja bernilai artistik, tetapi juga mampu menjadi ekspresi kultural multi dimensi. Menempatkan film sebagai ekspresi kultural dengan sifatnya yang mendidik, informatif dan menghibur,” ujar Eddie Karsito.

Ketua Lembaga Bintang Cinema Prodution Banyuwangi (LBCPB), Bambang Harjito, SE, M.Si, mengharapkan, agar acara yang sedemikian positif, kreatif, dan produktif ini dapat dilaksanakan berkesinambungan. “Jangan berhenti sampai di sini. Kami berharap ada upaya secara progresif yang dapat kita laksanakan bersama, dalam rangka memberi ruang kreasi dan apresiasi bagi anak-anak muda, khususnya di Banyuwangi,” harap Bambang.

Editor: boedi azwar

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA