Coklat Kita Napak Jagat Pasundan Meriahkan HUT Kab. Pagandaran

Hiburan

Minggu, 3 November 2019 | 20:27 WIB

191103202802-cokla.jpg

Ferdy Soegito Putra


COKLAT Kita 'Napak Jagat Pasundan' meriahkan Peringatan hari jadi ke-7 Kabupaten Pangandaran yang berlangsung di Lapangan Grand Pangandaran, Minggu (3/11/2019). Pada Hut Kabupaten Pangandaran kali ini, Coklat Kita bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) telah bekerjasama menampilkan kekayaan seni serta budaya lokalnya.

Seperti diketahui Coklat Kita dan Kabupaten Pangandaran tengah concern dengan pelestarian seni budaya, dimana, para seniman, sanggar, paguron serta masyarakat, khususnya di Kabupaten Pangandaran diharapkan bisa terus melestarikan warisan budaya asli daerah.

Gelaran Hut Pangandaran ke-7 sendiri dimulai dengan Karnaval seni budaya, fashion, drum band hingga kendaraan hias yang sudah di design khusus oleh seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Pangandaran.

Tidak kalah menarik, helaran karnaval seni budaya Hut ke-7 Pangandaran pun telah menampilkan seni budaya dengan tema Bebegig dan Jampana, dimana rute Karnaval dimulai dari Pantai Timur Pangandaran Pasar Wisata hingga ke Taman Sunset Pangandaran.

Dengan kemeriahan tersebut, kegiatan peringatan Hut ke-7 Kabupaten Pangandaran sukses menyedot perhatian ribuan masyarakat dan wisatawan yang sedang menikmati suasana pantai. Bahkan, hingga sore hari, masyarakat semakin memadati salah satu ikon wisata di Jawa Barat tersebut.

Memasuki malam hari, pagelaran NJP pun telah menampilkan talent-talent budaya yang  berasal dari sanggar dan paguron asal Pangandaran. Seperti Lingkung Seni Jember Mustika yang menampilkan kesenian Lebon, Sanggar Agia dan Sanggar Putra Rengganis yang menampilkan tarian Ethnic kolaborasi, Celempung dan Kacapi Biola, Padepokan Dangung Mustika Sari, Sanggar Angklung Mang Koko, Danggar Ligar Munggaran, juga Padepokan Deni Inggsla Manij serta Kendangers Pangandaran.

Selain dilengkapi penampilan sanggar dan paguron, gelaran NJP Hut ke-7 Pangandaran pun telah menampilkan beberapa talent pendukung serta duta 'Coklat Kita' yang sempat tampil oada rangkaian sebelumnya seperti Dodi Kiwari, Jimbot and Friend, Ega Robot Ethnic Percussion, Calung NJP, Ohang, Mang Saswi dan Abiel Jatnika. Termasuk pembawa acara kondang NJP yakni Prima Ramadhan dan Reva Widi.

Adapun peserta luar daerah yang ikut memeriahkan Hut ke-7 Kabupaten Pangandaran diantaranya Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Garut, Tasikmalaya, Kota Bandung dan kota/kabupaten lainnya di Jawa Barat.

Perwakilan Coklat Kita DSO Kota Banjar, Giwa Rahman, menuturkan jika NJP di Kabupaten Pangandaran merupakan gelaran yang special. Mengingat pada tahun ini NJP hanya memiliki 3 acara puncak dan semua sudah terlaksana dengan sukses baik di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Subang dan Garut.

"NJP 2019 sudah terselenggara sukses di tiga kota/kabupaten. Dan di Pangandaran ini adalah versi special karena bertepatan dengan Milangkala Kabupaten Pangandaran. Dan khusus di DSO Pangandaran kita telah mendapatkan seluruh rangkaian mulai dari Gunem Catur, Lembur Kuring, Kamonesan satu dan dua, hariring sampai puncaknya NJP," jelas Giwa saat temu wartawan.

Selain itu, usia Gelaran NJP bersama Milangkala Kabupaten Pangandaran pun dikatakan sama-sama memasuki usia ke 7 tahun. Sehingga kebersamaan serta kerjasama yang baik ini diharapkan bisa terus berjalan dengan baik.

"NJP ini kita sudah tahun ke tujuh sama seperti usia Kabupaten Pangandaran maka tadi saya katakan, kebersamaan serta kemesraan ini mudah-mudahan bisa terus berlanjut agar kita semua bisa mewujudkan semua yang dicita-citakan," katanya.

Membahas mengenai potensi seni dan budaya di Kabupaten Pangandaran, ia menilai bahwa potensi seni dan budaya di Kabupaten Pangandaran sangat kaya. Bahkan ia optimistis, Pangabdaran bisa menyaingi Bali di kemudian hari.

"Memang benar adanya bahwa potensi Pangandaran sangat kaya, kalau digali mungkin bisa menyaingi Bali yang juga kuat budayanya, dan disini kita ciptakan medianya agar seni dan budaya di Pangandaran bisa terangkat serta bersaing dengan kota-kota lain," katanya.

Senada dengan Perwakilan Enam Communication, Yoga menuturkan bahwa gelaran NJP di Pangandaran sangat special jika dibandingkan dengan NJP sebelumnya. Mengingat di Pangandaran, NJP turut menampilkan talent dan kolaborasi anyar.

"Kenapa dibilang special karena ada penambahan konten kalau sebelumnya talent dari empat sampai lima kabupaten, disini ada sembilan kemudian sekarang ada kolaborasi baru dimana Jimbot yang biasanya sendiri sekarang dengan Mang Saswi. Lalu untuk Calung NJP dapat tandem baru Ohang termasuk talent generasi muda Abiel Jatnika," jelasnya

Membahas mengenai presentase talent, mayoritas diisi oleh talent-talent NJP. "Talent itu 30 persen dari Pangandaran 70 persen dari NJP. Bentuknya rata-rata kolaborasi," katanya.

Sedangkan Perwakilan Coklat Kita RSO Bandung, Ariella Davina, mengatakan bahwa NJP di Pangandaran hadir atas permintaan Bupati Pangandaran dimana daerah tersebut telah memasuki usia yang ke-7. "Memang ini cukup special, karena bertepatan dengan milangkala Pangandaran, ini atas permintaan Bupati dan ini jadi titik terakhir dan ada talent baru seperti Kang Ohang, Mang Saswi, Ega Robot, dan Jimbot and Friends," katanya.

Duta Coklat Kita, Ega Robot mengatakan bahwa perjalanan NJP di Pangandaran sangat luar biasa dan selalu membuat tantangan baru. Dan ia mengatakan bahwa NJP kali ini formasinya telah berubah. "Kebetulan di Pangandaran disatukan dengan momentum milangkala. Luar biasa, NJP selalu buat tantangan. Jika sebelumnya NJP selalu diperkuat Doel Sumbang tapi sekarang dengan generasi baru," jelasnya.

Ia berharap, di tahun 2020 mendatang, Coklat Kita NJP bisa lebih merangkul seniman di Jawa Barat. Bahkan ia bercita-cita, kedepan NJP bisa ikut mendokumentasikan karya seni serta budaya daerah melalui dapur rekaman.

"Dengan sistem dan nuansa NJP yang bisa merangkul. Harapan saya kedepan mudah-mudahan para seniman ini bisa mempunyai dokumentasi bisa diabadikan seperti dapur rekaman, terutama di zaman milenium sekarang," katanya

Diluar itu, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, mengatakan bahwa Milangkala ke-7 Kabupaten Pangandaran, harus bisa menjadi tolak ukur kesuksesan daerah, sehingga, pembangunan Kabupaten Pangandaran sebagai kawasan wisata bisa lebih baik lagi.

"Momen ini harus menjadi acuan untuk kita merefresh lagi kebelakang dan tolak ukur untuk tahun depan. Saya senang ketika berkunjung ke desa-desa, bahwa kita banyak memiliki seni budaya yang terpendam, dan melalui gerakan Coklat Kita serta Disparbud sekarang seni dan budya kita telah terangkat," kata Asep.

Diluar itu, ia menyebut jika Pangandaran telah bertransformasi, mengingat sejak tahun 2012 Kabupaten Pangandaran telah resmi bercerai dengan Kabupaten Ciamis. "Alhamdulillah sebetulnya pemekaran sudah dimulai sejak tahun 2012 dan begitu mekar, baik SDM, alamnya termasuk potensi seni budayanya," katanya.

Ia menilai bangkitnya Kabupaten Pangandaran sebagai daerah wisata bisa terwujud berkat semangat masyarakat yang juga turut dibantu Coklat Kita. "Banyak sekali memang event yang bekerjasama dengan Coklat Kita, termasuk melalui NJP, Pangandaran selalu mendapat apresiasi yang luar biasa, selain menampilkan talent dari daerah, Coklat Kita juga telah melakukan pemberdayaan dengan sanggar di Kabupaten Pangandaran," katanya.

Maka kerjasama bersama Coklat Kita diharapkan bisa terus berlanjut. Dimana ia mengakui, pada mulanya Pangandaran kurang begitu kreatif. "Alhamdulillah dengan dorongan SDM serta pelaku seni, kita tidak hanya memiliki pantai sepanjang 91 km, tapi juga dilengkapi dengan seni dan budaya yang dulunya terpendam, seperti Angklung Benjang Batok" katanya.

Sebagai puncak acara peringatan hari jadi, ia menginginkan agar gelaran NJP di Pangandaran bisa memiliki nilai lebih. Bahkan harus menjadi salah satu daya tarik wisatawan. "Tentu kegiatan NJP ini merupakan puncak kegiatan. Mudah-mudahan NJP di Pangandaran mempunyai nilai lebih, bagaimana masyarakat bisa senang dan harus menjadi daya tarik wisatawan," tegasnya.

Kedepan ia berencana akan melakukan road show di 10 Kecamatan, karena dari tiap desa di Pangandaran dinilai memiliki potensi yang luar biasa. "Mudah-mudahan kegiatan bersama Coklat Kita bisa diperbanyak, saya pun telah berencana untuk roadshow karena alhamdulillah dari ke-31 desa di Pangandaran ini memiliki potensi yang luar biasa. Punya magnetnya, tinggal bagaimana menjalankannya," pungkasnya.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA