Polres Cimahi Sita Ribuan Botol "Minuman Setan" Sepanjang Ramadan

Halo Polisi

Kamis, 21 Mei 2020 | 14:27 WIB

200521142841-polre.jpg

Laksmi Sri Sundari

POLRES Cimahi menyita ribuan botol minuman keras sepanjang Ramadan 1441 Hijryah ini. Petugas menyitanya dari toko dan warung yang ada di wilayah hukum Polres Cimahi yang meliputi Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dan Kecamatan Margaasih.

Ribuan botol miras tersebut terdiri dari 6.896 botol miras berbagai merk, 280 botol ciu, dan 219 liter tuak. Selain menyita miras, petugas juga mengamankan 82 orang penjual, 42 orang penjual diantaranya dilakukan sidang tipiring dengan membayar denda, sedangkan 40 lainnya dilakukan pembinaan.

Kapolres Cimahi, AKBP M. Yoris Maulana Yusuf Marzuki mengatakan, razia minuman keras beralkohol dalam rangka Operasi Cipta Kondisi selama bulan suci Ramadan 1441 Hijryah itu dilakukan sejak 24 April.

"Kita mengamankan 82 orang penjual miras. Sebanyak 42 orang dilakukan tindak pidana ringan, dan 40 orang mendapat hukuman pembinaan," katanya di Mapolres Cimahi Jalan Amir Mahmud, Kamis (21/5/2020).

Menurutnya, para penjual di Kota Cimahi dan KBB serta Margaasih yang diamankan ini sembunyi-sembunyi dalam melakukan penjualan miras karena memang tidak memiliki izin.

"Mereka sembunyi-sembunyi karena enggak diperbolehkan menjual miras. Kita melakukan penyitaan, khususnya di bulan suci Ramadan untuk menghindari kejahatan akibat minuman keras," ujar Yoris.

Ia mengatakan, peredaran miras ini bisa menganggu Ramadan. Untuk itu sejak awal dirinya sudah mengintruksikan jajaran Polsek di wilayah hukum Polres Cimahi agar rutin melakukan razia.

"Semua Polsek tiap hari melakukan razia. Allhamdulilah belum ada gangguan," terangnya.

Kasat Narkoba Polres Cimahi, AKP Andri Alam mengatakan, sebenarnya produksi ribuan botol yang disita ini legal. Hanya yang ilegal adalah penjualnya yang menjajakan di Kota Cimahi, KBB hingga Margaasih.

"Yang enggak punya izin pedagang, kepentok Perda yang enggak mengijinkan jual miras," tegasnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA