Sebarkan Maklumat Kapolri, Polda Jabar Minta Kegiatan Sosial Disetop Sementara

Halo Polisi

Minggu, 22 Maret 2020 | 12:40 WIB

200322123013-sebar.jpg

dok

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Saptono Erlangga Waskitoroso

UNTUK memutuskan mata rantai virus Corona (Covid-19), Polda Jabar ikut menyebarkan maklumat Polri. Maklumat tersebut terdiri dari enam poin, salah satunya pemberhentian sementara kegiatan sosial di Jabar.

Maklumat yang disebarkan itu merupakan keputusan Kapolri, Jenderal Idham Azis dengan nomor : Mak/2/III/2020 tanggal 19 Maret 2020 tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Saptono Erlangga Waskitoroso saat dihubungi wartawan, Minggu (21/3/2020) mengatakan, dengan mempertimbangkan situasi Nasional terkait dengan cepatnya penyebaran Covid-19, maka kepolisian turut mengeluarkan keputusan untuk penanganan.

"Keputusan dikeluarkan agar penyebaran tidak meluas dan berkembang menjadi gangguan terhadap keamanan dan ketertiban di masyarakat," jelasnya.

Keenam poin maklumat yang dikeluarkan Kapolri tersebut adalah, penundaan kegiatan sosial masyarakat yang dapat mengundang masa banyak. Seperti, pertemuan sosial, budaya, keagamaan, dan aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, saresehan dan kegiatan lainnya yang sejenis. Kemudian, kegiatan konser musik, pekan raya, festival, bazaar, pasar malam, pameran, dan resepsi keluarga.

Selain itu, kegiatan olahraga, kesenian, dan jasa hiburan, unjuk rasa, pawai, dan karnaval serta kegiatan lainnya yang menjadikan berkumpulnya massa.

"Untuk sekarang ini agar tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak, baik di tempata umum maupun dilingkungan sendiri," terang Erlangga.

Masih dikatakan Erlangga, selain maklumat untuk tidak mengadakan kegiatan yang dapat mengundang masa banyak, Kapolri juga meminta masyarakat dapat tenang dan tidak panik berkelanjutan.

"Tetap tenang dan tidak panik serta lebih meningkatkan kewaspadaan dilingkungan masing-masing dengan selalu mengikuti informasi dan himbauan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah,"katanya.

Ditambahkan Erlangga, dalam maklumat tersebut terdapat imbauan untuk masyarakat agar tidak melakukan pembelian dan atau menimbun kebutuhan bahan pokok maupun kebutuhan masyarakat lainnya secara berlebihan. Kemudian, masyarakat juga diminta tidak menyebarkan berita bohong.

"Tidak terpengaruh dan menyeberkan berita-berita dengan sumber tidak jelas yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat. Apabila ada informasi yang tidak jelas sumbernya dapat menghubungi kepolisian setempat," ujar Erlangga.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA