Sulit Identifikasi Penemuan Tulang Manusia, Polresta Bandung Buka Hotline

Halo Polisi

Senin, 20 Januari 2020 | 10:56 WIB

200120105735-sulit.jpg

UNTUK kepentingan penyelidikan dan mengungkap identitas kerangka tulang manusia yang ditemukan di rumah kosong di Komplek Sukamenak Indah Blok I 61 RT 06/RW 04 Desa Sayati Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung, Polresta Bandung membuka hotline yang bisa dihubungi masyarakat untuk memastikan identitas korban tersebut.

Hotline yang bisa dihubungi masyarakat itu dengan nomor 081343520327 langsung diumumkan Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan, S.I.K., di Mapolresta Bandung Jalan Bhayangkara Soreang, Senin (20/1/2020).

Kapolresta Bandung menyampaikan nomor hotline itu karena tidak ditemukan identitas yang berkaitan dengan penemuan kerangka tulang manusia di tempat kejadian perkara (TKP) tersebut.

Hendra mengatakan, terkait dengan adanya temuan kerangka tulang manusia tersebut, ada perkembangan yang ingin disampaikan berdasarkan hasil pemeriksaan dokter forensik Rumah Sakit Sartika Asih Kota Bandung.

"Kami berusaha maksimal memproses penyelidikan dan mengungkap siapa sebenarnya identitas kerangka tulang manusia tersebut. Mengingat di tempat kejadian tak menemukan identitas yang menunjukkan warga tersebut," kata Hendra kepada wartawan di Mapolresta Bandung.

Hendra menjelaskan, kerangka tulang manusia tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan jenis kelamin laki-laki. "Umur paruh baya," katanya.

Saat ditemukan, imbuh Hendra, kerangka tulang manusia itu, sebelumnya diperkirakan telah meninggal antara 6 bulan sampai 1 tahun lalu. "Tiga hal itu yang ingin kita sampaikan," katanya.

Untuk mengungkap identitas korban itu, Kapolresta Bandung meminta bantuan kepada masyarakat.

"Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya sejak 6 bulan sampai 1 tahun lalu lamanya, dengan jenis kelamin laki-laki dan unur paruh baya bisa menghubungi Polresta Bandung," paparnya.

Menurutnya, dengan adanya laporan dari maayarakat yang merasa kehilangan anggota keluargsnya, polisi akan mendalami penemuan kerangka tulang manusia itu.

"Kita dalami seluruhnya. Jika ada warga yang merasa  kehilangan anggota keluarganya, kita lakukan pemeriksaan dan pengambilan sample DNA-nya dan dicocokan dengan mayat atau kerangka tulang manusia itu. Tentunya, ciri-ciri yang mendekati yang akan dilakukan pemeriksaan dan sudah kehilangan antara 6 bulan sampai 1 tahun. Untuk datang ke Polresta Bandung," katanya.

Ia pun berharap, dalam mengungkapkan identitas korban itu, minimal ada pihak yang menjelaskan ciri-ciri korban itu. Misalnya,  giginya tanggal satu, korban senang merokok dan ciri-ciri lainnya.

"Minimal ciri-cirinya 75 persen mendekati untuk dilakukan pemeriksaan dan diambil sample DNA-nya. Saat ini, kerangka tulang manusia masih di rumah sakit dan sampai dicocokan nantinya kalau sudah ada DNA-nya," katanya.

Untuk itu, kata Hendra, pihaknya buka hotline yang bisa dihubungi masyarakat untuk menyampaikan ciri-ciri korban yang sudah ditemukan kerangka tulang manusia tersebut.
"Keluarga yang melaporkan dan mendekati ciri-cirinya, kita dalami dan ambil sample DNA-nya dan dicocokan dengan DNA korban," katanya.

Ia menjelaskan, sampai saat ini belum ada warga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya.

"Di TKP, korban ini tidak ditemukan identitas. Korban hanya menggunakan ponco. Identitas tak ada. Makanya kita minta bantuan dokter forensik," ungkapnya.

Terkait dengan penemuan kerangka manusia itu, katanya, polisi sudah meminta keterangan dan memeriksa sejumlah saksi. Termasuk pemilik rumah dan tukang kebun.

"Sampai saat ini, belum ada pihak yang merasa kehilangan," katanya.

Ia mengatakan, tidak ada warga yang mencium bau mayat yang berasal dari temuan kerangka tulang manusia itu. Kerangka tulang manusia sampai lepas, juga tidak ada yang tahu.

"Kerangka tulang manusia itu baru ketahuan, setelah pemilik rumah menyuruh tukang kebun membersihkan rumah tersebut," ujarnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA