Polrestabes Bandung Tangkap Pembacok yang Videonya Sempat Viral di Medsos

Halo Polisi

Kamis, 16 Januari 2020 | 18:49 WIB

200116184523-polre.jpg

Remy Suryadie

PELARIAN dua pelaku kejahatan pengeroyokan serta penganiayaan terhadap seorang pelajar di Jalan Muhammad Yunus, Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung berakhir. Kedua pelaku yang aksinya sempat viral di media sosial itu ditangkap tim gabungan Satreskrim Polrestabes Bandung, Jatanras Polda Jabar dan Unit Reskrim Polsekta Cicendo.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol. Irman Sugema mengatakan, setelah melakukan pembacokkan terhadap korban pada hari Jumat (10/1/2020) lalu, pelaku berinisial RP (17) dan MIM (19) kabur ke Garut. Mereka panik karena aksinya itu terekam CCTV dan viral di media sosial.

"Keduanya sempat kabur ke wilayah Garut untuk menghindari petugas. Setelah tim yang dipimpin langsung Kasat Reskrim AKBP Galih Indragiri mendapatkan informasi jika kedua tersangka berada di Bandung, akhirnya mereka berhasil ditangkap di daerah Cicendo, Rabu (15/01/2020) malam," jelas Irman didampingi Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Suhartiyono dan Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Galih Indragiri kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Kamis (16/1/2020),

Dikatakan Irman, tersangka RR berperan sebagai joki motor dan MIM pelaku yang melakukan pembacokan. MIM juga merupakan seorang residivis dengan kasus pencurian disertai kekerasan.

Ditanya soal motif keduanya melakukan pembacokan, Irman menyebutkan mereka salah sasaran. Dimana dari keterangan kedua pelaku, korban yang diketahui bernama Aditya Maulana Saputra, memiliki kemiripan dengan musuh kedua pelaku.

"Mereka ini salah sasaran. Dikira mereka, korban merupakan orang yang memiliki masalah dengan pelaku," ungkapnya.

Irman mengatakan, terkait adanya simpang siur soal kedua pelaku merupakan kelompok berandalan bermotor, hal itu masih dalam pemeriksaan anggotanya.

Dari penangkapan keduanya, polisi mengamankan beberapa barang bukti, di antaranya beberapa pakaian yang digunakan pelaku saat melakukan aksi pembacokan, motor matik yang sudah diubah warnanya guna mengelabui petugas serta sebilah golok yang digunakan pelaku untuk melukai korban.

"Mereka dikenakan pasal 351 junto 170 KUHP dengan minimal ancaman pidana di atas lima tahun penjara," katanya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA