Pesan Berantai Resahkan Warga Tasikmalaya

Halo Polisi

Jumat, 15 November 2019 | 14:11 WIB

191115141647-pesan.jpg

Septian Danardi


PASCA ledakan bom di Mako Polrestabes Medan baru-baru ini, hampir seluruh Mako Polres di wilayah Jawa Barat termasuk Polres Tasikmalaya melakukan penjagaan ketat. Selain penjagaan dengan senjata lengkap, tamu yang hendak berkunjung ke Mako Polres Tasikmalaya juga diperiksa dengan teliti. Hal ini sebagai antisipasi agar kejadian serupa tidak terjadi di Tasikmalaya.

Satuan Sat Sabhara Polres Tasikmalaya laksanakan penjagaan Mako Polres sudah menjadi tugas pokok. Petugas jaga mako dilengkapi dengan senjata dan juga rompi anti peluru dan sajam. Personil juga melakukan pemeriksaan barang bawaan terhadap warga yang hendak berkunjung atau kepentingan ke Mako Polres Tasikmalaya.

Hal lain juga setelah peristiwa penyerangan bom bunuh diri itu, berseliweran pesan berantai dikalangan warga Tasikmalaya melalui aplikasi pesan WhatApps mengenai operasi besar-besaran. Pesan ini seolah kondisi di masyarakat sedang gawat. Sehingga beredarnya pesan tersebut membuat resah warga.

Terutama warga yang biasa beraktifitas di malam hari. Sehingga dampak dari banyaknya berseliweran pesan itu, manjadikan kekhawatiran tersendiri bagi warga, apalagi orang tua yang memiliki anak yang bekerja pulang malam juga orang tua yang anaknya mahasiswa.

Pesan tersebut yakni, Ijin menyampaikan..

Sesuai hasil pertemuan kami malam ini tentang Persiapan OPERASI GABUNGAN CIPTA KONDISI skala besar mulai tgl 15 November 2019 sampai tgl 21 November 2019
Diimbau kepada seluruh rekan2 Ketua RT/RW dan warga terutama yg mempunyai anak usia remaja / mahasiswa , apabila tdk urgent, agar menghindari kegiatan2 yang sifatnya berkelompok, berkumpul baik di dalam ruangan maupun di jalan atau di Lorong2, karena akan dilaksanakan OPERASI CIPTA KONDISI skala besar, gabungan TNI polri selama 8 hari kedepan.
Demi menjaga hal2 yg tdk kita inginkan bersama, agar meneruskan himbauan ini kepada warga di masing2 RT/RW...
Demikian di sampaikan
trims.

Pesan tersebut jadi biang kegelisahan para orang tua, seperti yang dirasakan Aam Permana (53) warga Pamijahan, Kabupaten Tasikmalaya. Ia resah karena anaknya tengah menjalani pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Kota Tasikmalaya. Meski dirasa anaknya tidak pernah ikut dalam kegiatan atau perkumpulan di luar kegiatan perkuliahan.

Selain itu, pihaknya juga berharap agar pihak yang berwenang bisa mentolelir kegiatan positif yang dilakukan oleh mahasiswa maupun warga.

Dikonfirmasi terpisah Kapolres Tasikmalaya AKBP, Dony Eka Putra mengatakan, memang ada penjagaan di Mako Polres Tasikmalaya. Namun penjagaan berjalan seperti biasa sesuai SOP yang ada. Hanya saja personil ditekankan untuk lebih meningkatkan kewaspadaan.

"Penjagaan seperti biasa saja sesuai SOP yang ada. Cuma lebih meningkatkan kewaspadaan saja. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap orang-orang yang dicurigai dan barang bawaannya," kata Dony, Jumat (15/11/2019).

Dikatakannya, terkait pesan berantai operasi gabungan skala besar yang tersebar di kalangan warga pihaknya tidak ada operasi skala besar. Bahkan, saat ini para personil Polres Tasikmalaya ditekankan memberikan pelayanan prima dengan tulus dan ikhlas kepada masyarakat agar terciptanya stabilitas kamtibmas guna peningkatan kinerja Kepolisian dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
"Tidak ada operasi gabungan kita," ujarnya. 

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA