Pelaksanaan Ibadah Haji 2020 Belum Ada Kejelasan

Haji

Kamis, 7 Mei 2020 | 18:25 WIB

200507182536-pelak.jpg

dok

ilustrasi

PEMERINTAH Republik Indonesia berharap Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sudah bisa memberikan keputusan resmi terkait kepastian penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, pada 12 Mei mendatang.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar mengatakan, sampai saat ini belum ada informasi resmi dari Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji 1441H/2020M. Pemerintah Arab Saudi, sebagaimana Indonesia, saat ini masih fokus pada percepatan penanganan Covid-19 demi keselamatan dan kesehatan warganya.

"Berdasarkan koordinasi kami dengan pihak Konsul Haji KJRI Jeddah sampai saat ini belum ada keputusan resmi dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi terkait haji tahun ini, apakah jalan atau bagaimana. Kami terus memantau perkembangan dan menunggu keputusan resmi dari Pemerintah Arab Saudi," kata Nizar, di Jakarta, seperti dikutip dari rilis Kementerian Agama RI, Kamis (7/5/2020).

Nizar berharap, kepastian penyelenggaraan haji tahun ini sudah diumumkan Pemerintah Arab Saudi sebelum 20 Ramadan atau 13 Mei 2020. Sebab. Hal itu karena di Arab Saudi akan segera memasuki masa liburan musim panas.

"Harapan kami, tanggal 19 Ramadan atau 12 Mei sudah ada keputusan. Pada 20 Ramadan sampai 10 Syawal, Saudi memasuki masa libur musim panas. Jika baru diputuskan setelah libur, maka untuk persiapan terlalu mepet karena operasional haji dimulai bulan Zul Qa'dah," tutur Nizar seperti ditulis wartawan "PR", M. Arief Gunawan.

Dia mengaku, mendengar informasi bahwa Pemerintah Arab Saudi akan membuka kembali akses ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk Salat Taraweh. Termasuk juga akses masyarakat untuk thawaf sunnah (bukan thawaf umrah).

"Setelah akses kembali dibuka, semoga Arab Saudi segera mengumumkan kepastian pelaksanaan haji tahun ini, jalan tau tidak," ujarnya.

Nizar menjelaskan, sejauh ini proses persiapan penyelenggaraan haji di Indonesia tetap berjalan. Manasik haji non-tatap muka (daring) sudah dilakukan dengan mendesiminasikan video melalui media sosial.

"Saat ini kami mengintensifkan penyebaran video manasik haji melalui media sosial Kementerian Agama agar lebih mudah diakses masyarakat," katanya.

Proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) Tahap I juga baru ditutup pada 30 April 2020. Total ada 179.584 jemaah haji reguler yang telah melakukan pelunasan.

Kuota Haji Indonesia tahun 2020 berjumlah 221.000. Jumlah ini terdiri dari 203.320 kuota haji reguler dan 17.680 kuota haji khusus. Karena masih ada sisa kuota, akan dibuka pelunasan biaya haji tahap kedua, yaitu dari 12-20 Mei 2020.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA