KBIH Keluhkan Pengiriman Buku Manasik Haji dan Kain Seragam

Haji

Jumat, 14 Februari 2020 | 16:35 WIB

200214162521-kbih-.jpg

dok

Ilustrasi ibadah haji

KELOMPOK Bimbingan Ibadah haji (KBIH) mengeluhkan lambannya pengiriman buku panduan manasik haji dan kain seragam haji untuk jemaah calon haji. Seharusnya fasilitas bagi calon haji dari bank tersebut diserahkan saat pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih).

"Pada tahun lalu buku manasik haji diserahkan pihak bank setelah Hari Raya Idul Fitri sehingga mendesak kepada waktu keberangkatan jemaah ke tanah suci," kata Ketua KBIH Assalaam, KH. Lukman Hakim, kepada wartawan "PR", Sarnapi di kantornya Jln. Sasakgantung, Jumat (14/2/2020).

Menurut Kiai Lukman, akibat buku manasik haji terlambat diserahkan oleh pihak bank, para calon haji tak cukup waktu untuk membaca dan mempelajari buku tersebut.

"Kalau calon haji yang bergabung dengan KBIH tidak terlalu menjadi soal sebab mereka mendapatkan pembinaan manasik haji tiap minggunya. Bagaimana dengan calon haji yang mandiri atau tidak bergabung dengan KBIH?" katanya.

Sedangkan Ketua KBIH Nurul Huda, KH. Yaya Rusmana mengatakan, calon haji usia lanjut yang berumur di atas 60 tahun mengeluhkan buku-buku manasik haji yang hurufnya terlalu kecil sehingga sulit untuk dibaca.

"Calhaj lansia meminta bank penerima setoran biata haji menerbitkan buku-buku manasik haji yang lebih praktis dan ukuran hurufnya cukup besar agar mudah dipelajari kaum lansia," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Bandung, Ishak Asnawi mengatakan, buku manasik haji dan seragam haji dikeluarkan oleh pihak bank sebagai suvenir kepada calon haji.

"Ada juga bank yang menambah souvenir dengan kain ihram bagi jemaah laki-laki. Kemenag tak mengurus soal buku manasik dan kain seragam haji," katanya.

Dia mengimbau agar pihak bank memberikan buku manasik dan kain seragam haji Indonesia saat pelunasan biaya haji.

"Semoga pada awal Maret sudah ada kepastian waktu pelunasan biaya haji pada awal Maret mendatang. Jangan sampai pihak bank memberikan buku manasik apalagi kain seragam haji mendesak waktunya menjelang keberangkatan ke tanah suci sebab seragam kan harus dijahit dulu," tandasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA